Skip to main content

Search This Blog

5 Cara Mengobati Penyakit Ikan Cupang Secara Alami

5 Cara Mengobati Penyakit Ikan Cupang Secara Alami Di Update September 2018

5 Cara Mengobati Penyakit Ikan Cupang Secara Alami – Sudah tahu cara mencegah penyakit ikan cupang? Atau ingin tahu jenis dan cara menggunakan antibiotik ikan cupang? Meskipun usaha perawatan dan pemeliharaan yg dilakukan sudah maksimal dilakukan demi menghindari serangan penyakit, sering kali serangan penyakit datang tak terduga sebelumnya.

Selain kerugian material, kerugian lain yg tak ternilai merupakan lenyapnya keindahan dan keelokan cupang hias karena terganggu kesehatannya. oleh karena itu, tk berlebihan kalau masalah penyakit dan gangguan kesehatan lainnya menjadi momok bagi hobiis peternak ikan cupang. Terlebih dari pengalaman penggemar dan peternak ikan cupang, pengobatan penyakit dan gangguan kesehatan tersebut tergolong sulit dilakukan.

Usaha pencegahan merupakan salah satu yg penting untuk dilakukan agar makin tipis peluang terjangkitnya 5 penyakit ikan cupang berikut ini.


 

Penyakit Ikan Cupang

Penyakit Parasit

Nomr satu penyakit ikan cupang merupakan berasal dari parasit ialah beberapa penyakit infeksi yg sering kali menyerang cupang hias pemeliharaan antara white spot, selaput embun, busung, dan berak putih. Gejala, pengobatan, dan pencegahan yg bisa dilakukan untuk setiap penyakit tersebut sebagai berikut:

Penyakit Ikan Cupang Bintik Putih (White Spot) 

White spot disebut juga ich ialah ichthyophthiriasis. Bagi hobiis dan peternak cupang istilah yg umum dipakai untuk menyebut penyakit ini merupakan bintik putih. Penyebab timbulnya penyakit ini merupakan dikarenakan oleh parasit ikan yg masuk ke bawah kulit ikan, menyerap darah ikan, beranak, dan menyebabkan bulatan – bulatan pada sekujur tubuh ian cupang hias.

5 Cara Mengobati Penyakit Ikan Cupang Secara Alami

Biasanya, serangan parasit ini dimungkinkan kalau penyebaran di tempat pemeliharaan terlampau padat, airnya jarang diganti, dan pakan alami yg diberikan kebersihannya kurang terjaga. Gejala awal dari penyakit ini bisa diketahui dari perilaku cupang hias yg sering membenturkan tubuhnya ke dinding kolam atau benda keras lain yg ada di dalam kolam, menggetar – getarkan tubuhnya, malas makan, dan tidak bergairah.

Cara Mengatasi atau Mengobati Penyakit Bintik Putih Ikan Cupang

Pengobatan penyakit ikan cupang bintik putih yan paling efektif ialah dengan memutus rantai hidup parasit tersebut. Parasit akan melepas diri dari tubuh cupang hias setelah delapan hari menempel. Selama itu pula pengobatan dilakukan dengan cara berikut ini:

  • Campurkan 1 gr metil biru ke dalam 100 ml air bersihsebagai larutan baku obat.
  • Siapkan juga plastik yg cukup besar sebagai tempat perendaman ikan yg sakit.
  • Istilah bak plastik dengan air bersih dan teteskan larutan baku obat metil biru sebanyak 2 – 4 ml untuk setiap 4 liter air.
  • Masukkan ikan cupang yg sakit dan biarkan selama 24 jam.
  • Perendaman diulang selama 3 – 5 kali selang satu hari dengan menggunakan larutan obat baru setiap kali perendaman.
  • Selain dengan cara di atas, pengobatan bisa juga dilakukan dengan perendaman dalam larutan garam NaCl atau dalam air bersuhu 31 – 32 derajat C.
  • Larutan garam yg digunakan dibuat dengan cara melarutkan sebanyak 1 – 4 gr NaCl ke dalam 100 ml ml air bersih.
  • Perendaman dilakukan selama 5 – 10 menit kemudian dipindahkan ke dalam air bersih.
  • Perendaman dilakukan selama 7 hingga 8 hari secara berturut – turut agarikan benar – benar terbebas dari parasit.

Cara Mencegah Penyakit Ikan Cupang Bintik Putih

Sementara itu, untuk pencegahannya sangat disarankan untuk senantiasa mengganti air pemeliharaan secara rutin disertai pemberian pakan alami yg terjamin kebersihannya.

Penyakit Ikan Cupang Selaput Embun

Pada fase lanjut tubuh sirip ikan cupang hias diselimuti lendir yg berwarna putih, cupang hias kehilangan nafsu makan, lesu, dan siripnya menguncup. Kondisi lain yg menyebabkan cupang hias terserang parasit ini, antara lain efek kualitas air yg jelek, kotor, bercampur dengan air hujan, dan adanya perubahan dari musim panas ke musim hujan.

Gejala Penyakit Selaput Embun Ikan Cupang

Gejala awal dari penyakit ini bisa diketahui dari perilaku ikan yg sering menggetar – getarkan tubuh, nampak seperti mabuk, mendekam di dasar atau berdiam di permukaan akuarium, dan napasnya tersengal – sengal. Pengobatan harus secepatnya dilakukan sebelum memasuki stadium lanjut yg bisa mengakibatkan kematian.

Caranya dengan terlebih dulu menyiapkan dua bak air.

  • Bak pertama berisi larutan obat antijamur blitz inht, fishmate, atau root stop sebanyak 0,3 – 0,5 ml untuk setiap satu liter air.
  • Bak ke dua berisi larutan obat antibiotik furozilidon, tetracyline, atau octazine. Dosis yg dipakai merupakan 250 gr untuk setiap 20 liter air.
  • kemudian, lakukan perendaman ikan yg terkena penyakit ini ke dalam bak pertama selama 30 menit.
  • Perendaman dilanjutkan ke dalam bak kedua selama 2 – 3 jam.
  • Perendaman dilakukan selama 5 – 7 hari sampai parasit benar – benar mati.
  • Kesembuhan umumnya ditandai dengan pulihnya nafsu makan ikan.

Usaha pencegahan yg harus dilakukan antara lain dengan mengganti air pemeliharaan secara rutin, penempatan bak pemeliharaan terjaga dari kemungkinan terkena air hujan secara langsung, dan pemberian pakan yg terjamin kualitas gizinya.

Penyakit Ikan Cupang – Busung

Salah satu penyebab penyakit busung merupakan Salmonella sp. yg menyerang bagian dalam ikan cpang hias sehingga mengganggu proses pembuangan kotoran. Umumnya sering kali tejadi ketika pakan alami yg diberikan tidak terjaga kebersihannya.

Gejala Penyakit Ikan Cupang Busung

Gejala awal munculnya penyakit busung ini masih sukar diketahui. tapi, sebaiknya perlu diwaspadai ketika kondisi perut cupang hias membesar, tetapi pada saat diberi tetap lahap dan rakus. Selain itu, pada dasar akuarium pemeliharaan tidak terdapat kotoran yg berasal dari sekresi. Keterlambatan mendetaksi penyakit ini akhirnya membuat perut ikan membengkak makin besar, sisik tubuh mengambang, perilaku cupang hias menjadi pasif, senantiasa berada di permukaan air, dan nafsu makannya menurun.

Karena menyerang organ dalam, cara mengatasinya tergolong sulit, terlebih kalau terjadi keterlambatan pendeteksian. Selama ini, hobiis dan peternak melakukan pengobatan dengan menggunakan dicatea food. ialah obat yg diberikan 4 kali sehari selama satu minggu atau selama ikan cupang belum bisa mengeluarkan kotoran.

Selama ini pula, pemberian pakan biasa tidak diberikan. Pakan biasa bisa diberikan setelah ikan sudah mampu mengeluarkan kotoran. Engobatan lain yg bisa dilakukan merupakan dengan melakukan perendaman selama 1 – 2 jam dalam larutan antibiotik flagil 500. Selama perendaman ikan diberi pakan kutu air seikit demi sedikit agar antibiotik tersebut ikut termakan.

Penyakit Ikan Cupang Berak Putih

Penyebab utama jenis penyakit cupang hias berak putih merupakan cacing nematoda Ascaris sp. yg menyerang organ dalam perut sehingga mengakibatkan:

  1. hilangnya nafsu makan cupang hias,
  2. warna tubuh kusam,
  3. dan terganggu pertumbuhannya,
  4. Gejala Penyakit Berak Putih Ikan Cupang
  5. Gejala awal penyakit ini bisa diketahui dari menurunnya nafsu makan ikan, kotorannya berwarna putih, dan tubuhnya kurus.

Meskipun secara umum tidak membahayakan, kalau tidak segera dilakukan pengobatan akan mempengaruhi bentuk tubuh dan keelokan warna cupang hias sehingga tidak layak kontes.

Cara Mengobati Penyakit Berak Putih Cupang Hias

Pengobatan yg bisa dilakukan menggunakan antibiotik, obat cacing, atau medicatet food.

Jenis antibiotik yg umum dipakai untuk pengobatannya merupakan metronidasol.
Cara mengobatinya merupakan dengan melarutkan antibiotik tersebut ke dalam air pemeliharaan dengan dosis 1/5 tablet untuk 2,5 liter air.

Agar memudahkan antibiotik masuk ke dalam tubuh cupang hias, pakan alami kutu ir merah diberikan sedikit demi sedikit ke dalamnya.

Obat cacing yg disarankan diberikan merupakan verminox atau worm X sebanyak satu tetes yg dilarutkan ke dalam lima liter air.

Berdasarkan pengalaman, pengobatan dengan dua cara tersebut bisa menyembuhkan ikan setelah dilakukan selama satu minggu.

Jenis Penyakit Nonparasiter

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, jenis penyakit nonparasiter bisa timbul kalau terjadi kesalahan atau kelalean selama proses pemeliharaan dan perwatan cupang hias. Selama ini penyakit nonparasiter yg sering kali menyerang cupang hias ada dua, merupakan gigi ekor dan bacul. Berikut penjelasan singkatnya:

Penyakit Nonparasiter Gigit Ekor

Maksudnya merupakan cupang hias menggigit ekornya sendiri sehingga rusak atau robek. Perilaku ini timbul karena keterlambatan pemberian pakan dan kelalaian menjaga kebersihan atau mengganti air pemeliahraan. Meskipun secara umum akibatnya tidak terlalu membahayakan,penyakit ini akan mengurangi keindahan dan keelokan sehingga harga jualnya rendah.

Selain itu, kondisi ini menyebabkan ikan tidak memungkinkan untuk disertakan dalam kontes. Tentu saja hal ini sangat merugikan hobiis atau peternak. Pencegahan yg bisa dilakukan merupakan memperbaiki pola perawatan dan pemeliharaannya, misal dengan membagikan pakan tepat waktu, mengganti air pemeliharaan tiga hari sekali, dan menjaga kolam atau akuarium serta air pemeliahraannya.

Penyakit Nonparasiter Ikan Cupang – Bacul

Cupang hias dikatakan mengalami bacul kalau tiba – tiba mengalami kepucatan atau warna tubuh kusam, pudar, dan hilang meskipun tidak terdapat infeksi. Kondisi ini umumnya timbul karena air terlalu kotor dan perlakuan kasar yg diberikan padanya. Selain itu, bacul bisa terjadi pada saat cupang hias sedang birahi atau dihadapkan dengan cupang hias lain yg ukurannya lebih besar. Sama seperti gigit ekor, bacul tidak terlampau membahayakan akibatnya.

tapi, kalau tidak secepatnya diantisipasi lebih lanjut bisa mengakibatkan timbulnya penyakit parasit karena cupang hias yg bacul mengalami penurunan nafsu makan, stress, dan ketakutan atau trauma.

Cara Mencegah Mengatasi Penyakit Bacul Cupang Hias

Jenis penyakit ikan cupang yg terakhir ini kuncinya ada pada cara perawatan sobat sendiri. Jangan sekali – kali memperlakukannya dengan kasar, misalnya pada saat memindahkan ke wadah lain menggunakan tangan atau dikejar – kejar.

Lakukan penggantian secara rutin.

Gunakan air yg sesuai dengan syarat hidupnya dan sering diganti dengan air yg kualitasnya berbeda, kalau kualitas air sebelumnya baikbagi cupang hias
Jangan terlampau sering dihadap – hadapkan atau disandingkan dalam waktu yg lama dengan cupang hias lain yg memiliki tubuh lebih besar atau berbeda kategori.

Sesekali dekatkan cupang hias betina untuk melampiaskan birahinya.

Lakukan pengarantinan setelah cupang hias dipijahkan, sehabis kontes, atau ketika dalam masa penyembuhan penyakit.

Itulah 5 Cara Mengobati Penyakit Ikan Cupang Secara Alami, semoga bermanfaat.

5 Cara Mengobati Penyakit Ikan Cupang Secara Alami
| Kamikaze