Skip to main content

Search This Blog

Cara Budidaya Ikan Batak (TOR SORO) Ikan Mashseer Makanan Raja

Cara Budidaya Ikan Batak (TOR SORO) Ikan Mashseer Makanan Raja Di Update November 2018

Cara Budidaya Ikan Batak (TOR SORO) Ikan Mashseer Makanan Raja – Sudah tahu klasifikasi morfologi ikan semah? Atau ingin tahu harga ikan batak? Ikan batak (tor soro) atau mahseer termasuk dalam ordo cypriniformes, subfamily cyprinidae, family cyprinidae. Sampai saat ini diketahui bahwa terdapat 17 jenis ikan tor yg hidup di dataran tinggi dan tersebardi wilayah Indonesia, Malaysia, indocina, Vietnam, Pakistan, serta Nepal (trans Himalaya). Diduga, masih banyak jenis ikan tor lain yg belum diketahui.

Cara Budidaya Ikan Batak (TOR SORO) Ikan Mashseer Makanan Raja

Beberapa spesies yg telah terdokumentasi dari pulau sumatera, jawa, dan Kalimantan yaitu tor soro, tor doronensis, tor tambroides, tor tambara, neoilsochillus theinamani, neoilsochillus sumatranus, neolisochillus longipinis (kotelat dkk, 1993. Hardjamulia dkk, 1995 hardjamulia dkk, 2000, nguyen T.T.T et al 2005). Dikuningan dan sumedang jawa barat, tor soro dikenal sebagai ikan keramat atau ikan dewa. Berikut cara budidaya ikan batak yg dinilai jenis ikan konsumsi yg hampir punah.


Budidaya Ikan Batak

Pembenihan

Pemijahan ikan batak secara alami belum banyak diketahui. akan tetapi, pemijahan secara buatan di Indonesia sudah bisa dilaksanakan di BRPBAT dan teknologinya pun telah tersedia. Adapun rangkaian proses pembenihan ikan batak dilakukan sebagai berikut.

Pemilihan induk 

Induk yg digunakan dalam pemijahan, harus mempunyai ukuran dan umur yg sesuai, untuk induk sebaiknya dipilih ikan mempunyai berat 1-2 kg/ekor dan mempunyai umur 1,5-2 tahun. Jumlah telur yg dihasilkan berkisar 300 butir/ekor. Induk yg digunakan tidak cacat fisik, baik bentuk badan atau sisiknya.

Ciri – Ciri Induk Ikan Batak Matang Gonad

Pemilihan induk matang gonad bisa dilakukan dengan cara menangkap induk dan melakukan pengamatan secara seksama terhadap genital papilla dan ciri sekunder lainnya. Ikan batak betina matang gonad dicirikan dengan genital papilanya yg berwarna merah dan abdomen terasa lunak apabila di raba. Sementara ikan jantan matang gonad dicirikan dengan genital papilla yg berwarna merah dan berbentuk kerucut. Induk jantan mengeluarkan sperma seandainya di urut.

Induk yg terpilih kemudian ditempatkan dalam wadah yg terbuat dari waring, bak atau fiberglass berukuran 1 m x 1 m x 1 m, induk jantan dan betina sebaiknya di pisahkan, jumlah induk yg ditempatkan per wadah 5-10 ekor.

Budidaya Ikan Batak – Pemijahan

Induk yg terpilih ditimbang satu per satu, kemudian disuntik dengan hormone lhrh untuk merangsang pematangan telur secara keseluruhan dengan dosis 1.500 UI/kg. Penyuntikan bisa dilakukan secara intarmuskular atau intarperitoneal. Setelah 2 jam baru kemudian dilakukan penyuntikan dengan menggunakan  hormone ovaprim. Dosis yg digunakan untuk ovaprim diberikan 0,7 ml/kg. Waktu pemijahan terjadi 10-12 jm setelah penyuntikan. Induk jantan disuntik dengan dosis 0,4 ml/kg.

Pemeliharaan larva 

Penetasan telur bisa dilakukan melalui pendekatan sifat telur setelah di buahi, untuk ikan patin telurnya bersifat adesif (menempel satu dengan lainnya), penetasan dilakukan menggunakan bak-bak akuarium. Bak akuarium di isi air dan di beri aerasi. Ukuran bisa beraneka-ragam. Ketinggian air dalam akuarium 20 – 30 cm. Kepadatan per akuarium 10000-30.000 butir. Telur akan menetas dalam waktu 15 – 18 jam pada suhu 27 derajat c dengan kandungan oksigen 8-10 ppm. Dengan kondisi tersebut, jumlah telur yg menetas rata – rata sebanyak 76-85%. Setelah semua telur menetas, lakukan penyiponan dengan selang berdiameter 1 – 2 cm.

Perawatan Larva

sesudahitu, larva ditampung dalam wadah yg terbuat dari plastiplasticrium kaca, atau bak fiber. Perawatan larva bisa dilakukan dalam wadah akuarium dengan kepadatan berkisar 50 – 100 ekor/liter. Selama pemeliharaan, larva diberipakan artemia. Pemberian pakan artemia dilakuka pada hari ke 2, ialah saat kuning telur habis dan diberikan selama 4 hari. Induk berukuran 2,5 kg bisa menghasilkan benih sebanyak 50.000 ekor.

Budidaya Ikan Batak – Pendederan

Pendederan benih ikan batak bisa dilakukan dikolam setelah larva berumur 5 – 6 hari. Sebelum pendederan, kolam dibersihkan dan diberi kapur dengan dosis 25 g/m2 serta di beri pupuk organic dengan dosis 200 g/m2. Pakan yg digunakan berupa pakan komersial dengan dosis 5% berat biomasa per hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.

Budidaya Ikan Batak – Pembesaran

Seperti pada ikan mas, budidaya ikan batak juga bisa dipelihara di berbagai wadah seperti kolam tanah atau kolam arus deras. Sementara pemeliharaan di KJA belum sempat dilakukan. Mengingat laju pertumbuhan ikan batak yg relative lambat, pembudidaya disarankan untuk melakukan pemeliharaan dikolam arus deras. Ukuran ikan yg dipelihara sekitar 30 g/ekor dengan padat tebar antara 10-50 ekor/m2. Debit air yg diperlukan pada kolam air deras tersebut ialah 7 liter/detik. Pakan yg diberikan saat pemeliharaan berupa pakan komersial baik tenggelam atau terapung dengan kandungan protein 25% yg diberikan sebanyak 4-5% berat biomasa. Adapun frekuensi pemberian pakan sebanyak 4 kali, ialah pada pukul 08.00,12.00, 15.00, dan 16.00.

Selama 6 bulan pemeliharaan, ukuran ikan mencapai 50 – 60 g/ekor. Untuk mencapai ukuran konsumsi, ialah minimal 500 – 1000 g/ekornya, dibutuhkan waktu 12-16 bulan pemeliharaan. Sekilas, lamanya waktu pemeliharaan cukup memberatkan. akan tetapi, hasil yg akan didapatkan setara dengan harga jual yg berlaku dipasaran, ialah 150.000.00 – 200.000,00/ekor. Selain itu, segmentasi ukuran pasarseperti yg dilakukan pada ikan gurami juga bisa diterapkan pada ikan batak. Dengan begitu, lamanya pemeliharaan bisa didistribusikan kepada banyak pelaku agribisnis sehingga perputaran uang menjadi lebih cepat.

Itulah Cara Budidaya Ikan Batak (TOR SORO) Ikan Mashseer Makanan Raja, semoga bisa membantu anda.

Cara Budidaya Ikan Batak (TOR SORO) Ikan Mashseer Makanan Raja
| Kamikaze