Skip to main content

Search This Blog

Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal Tanah

Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal Tanah Di Update September 2018

Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal Tanah –  Sudah tahu cara budidaya ikan baung di kolam beton? Atau ingin tahu cara budidaya ikan baung teori dan praktek? Ikan baung termasuk jenis ikan konsumsi dalam keluarga lele. Bedanya, patil atau duri yg berada disamping kiri dan kanan kepalanya tidak mempunyai bisa.

Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal Tanah

akan tetapi demikian, duri ikan ini terutama duri didaerah punggung mempunyai bentuk bergerigi seperti kail sehingga berbahaya andaikan tertancap pada bagian tubuh.  sempat melihat ikan patin, pasti tak sedikit yg bertanya akan perbedaan ikan baung dan patin ya! Untuk itu, bisa baca disini mengenal ikan patin.


dikarenakan masa panen ikan baung yg begitu singkat, tak heran andaikan sekarang ini sudah banyak yg membuka usaha budidaya ikan baung. Berikut langkah – langkah cara beternak ikan baung.

Budidaya Ikan Baung

Pembenihan 

Pemijahan ikan baung dilakukan secara buatan dengan suntikan hormon. Sementara pemijahan secara alami diperkirakan tidak terlalu berbeda dengan lele dumbo.  Adapun rangkaian proses pembenihan ikan baung dijelaskan sebagai berikut.

Pemilihan Induk Ikan Baung

Induk yg digunakan dalam pemijahan hendaknya mempunyai berat 0,5 – 1,0 kg/ekor dan berumur lebih dari 1,5 tahun. Fekunditas ikan ini berkisar 80.000 – 230.000 butir/kg induk. Induk yg digunakan tidak cacat fisik, baik bentuk badan ataupun sisiknya. Pemilihan induk matang gonad bisa dilakukan dengan cara menangkap induk dan melakukan pengamatan secara seksama terhadap genital papila dan ciri sekunder lainnya.

Ciri – Ciri Induk Ikan Baung Matang Gonad

Sebelum budidaya ikan baung dimulai, pemilihan induk yg berkualitas perlu dilakukan dengan tujuan agar tercipta hasil yg maksimal. Ikan baung betina matang gonad dicirikan dari genital papilanya yg berwarna merah dan abdomen terasa lunak andaikan diraba. Sementara ikan jantan matang gonad dicirikan dengan genital papilanya yg berwarna merah dan berbentuk kerucut. induk jantan tidak mengeluarkan sperma andaikan di lirit.

Pemijahan Ikan Baung

Induk yg terpilih kemudian ditempatkan dalam wadah yangterbuat dari waring,bak plastik, bak fiberglass berukuran 1 m x 1 m x 1 m. Selama pemeliharaan,induk jantan dan betina sebaiknya dipisah.adapun jumlah induk yg ditempatkan sebanyak 5-10 ekor per wadah. Induk yg terpilih ditimbang satu per satu, lalu di suntik dengan hormon. Penyuntikan bisa dilakukan pada daerah punggung. andaikan menggunakan kalenjer hipofisa, dosis hormon yg digunakan sebanyak 2 dosis yg dikombinasikan dengan hcg sebanyak 600 IU/kg. andaikan menggunakan ovaprim, dosis yg di berikan sebanyak 0,9 ml/kg.

Penyuntikan dengan ovaprim dilakukan dua kali, merupakan 0,3 ml/kg pada penyuntikan pertama dan 0,6 ml/kg pada penyuntikan kedua. Selang waktu antara penyuntikan pertama dan kedua merupakan 6 jam dan pemijahan terjadi 6 – 8 jam setelah penyuntikan kedua. Induk jantan disuntik dengan dosis 1/2 dari dosis untuk induk betina dan diberikan bersamaan dengan suntikan kedua pada induk betina. Proses pengeluaran telur dari induk betina dilakukan dengan langkah berikut. Sebagai catatan, induk betina dibius terlebih dahulu dibandingkan induk jantan.

1) sebelum dilakukan pengurutan, bius induk betina dengan phenoxy etanol, MS222, atau minyak canggih. dosis untuk pembiusan bisa diberikan sebanyak 3 ppm.

2) angkat dan keringkan badan induk dengan kain, handuk, atau tisu, terutama pada bagian genital papilanya.

3) posisikan kepala induk disebelah kanan, sedangkan ekor digenggam dengan tangan kiri.

4) urut abdomen ke arah genital papila dengan menggunakan jari tangan kanan. pada awal pengurutan, keluar cairan ketuban berwarna kuning, kemudian diikuti oleh telur. telur yg baik berwarna kuning kehijauan dan berukuran seragam.

5) tampung telur dalam wadah kering yg terbuat dari plastik berbentuk bulat atau persegi.

Pada ikan baung, sperma yg berasal dari induk jantan tidak bisa dikeluarkan dengan melirit, akan tetapi induk jantan harus dibunuh dan dibuka dengan abdomennya. setelahitu, testis yg berwarna putih dan berbentuk memanjang berkelok diangkat menggunakan gunting atau pisau skapel. Testis yg telah di angkat diletakkan dalam plastik benih tranparan, lalu digerus dengan pemukul yg terbuat dari kayu atau batu. Testis yg telah tergerus dicampur larutan naci fisiologis 0,9% sebanyak 5-10 ml. Lalu di saring dengan saringan yg terbuat dari plastik untuk memperoleh sperma. Sperm4 yg diperoleh di campurkan dengan telur dan di aktivasi dengan air. Bilas 2 – 3 kali untuk menghilangkan kelebihan sperma.

Budidaya Ikan Baung – Pemeliharaan Larva 

Kebersihan penetasan telur budidaya ikan baung bisa diupayakan melalui pendekatan sifat telur setelah dibuahi.
Penetasan dilakukan dengan menggunakan bak – bak akuarium. Bak akuarium diisi air dan diberi aerasi.
Ukuran akuarium yg digunakan bisa beraneka-ragam. Adapun ketinggian air dalam akuarium 20 – 30 cm.
Kepadatan tebar yg disarankan merupakan 10.000 – 30.000 butir per akuarium.

Proses Penetasan Telur Ikan Baung

Telur akan menetas dalam waktu 15 – 18 jam pada suhu 27 derajat c dengan kandungan oksigen 8 – 10 ppm. Dengan kondisi tersebut, jumlah telur yg menetas rata – rata 76 – 85%. Setelah semua telur menetas, larva bisa dipanen dengan cara penyiponan menggunakan selang berdiameter 1 – 2 cm. Larva ditampung pada wadah yg terbuat dari plastik atau akuarium kaca, atau bak fiber. Perawatan larva bisa dilakukan dalam wadah akuarium. Pada wadah akuarium, kepadatan tebar larva berkisar 50-100 ekor/liter.

Makanan Larva Ikan Baung

Selama pemeliharaan, larva diberi pakan artemia. Pemberian pakan artemia dilakukan pada hari ke-2, merupakan saat kuning telur telah habis dan diberikan selama 4 hari.

Berapa benih yg dihasilkan ikan baung? Induk berukuran 1 kg bisa menghasilkan benih sebanyak 20.000 – 30.000 ekor.

Budidaya Ikan Baung – Pendederan 

Pendederan benih baung bisa dilakukan dikolam setelah larva berumur 5 – 6 hari. Sebelum melakukan pendederan, kolam dibersihkan dan diberi kapur dengan dosis 25 g/m2 serta diberi pupuk organik dengan dosis 200 g/m2.

setelahitu, berikan naungan berupa plastik transparan berlapis plastik berwarna coklat. Lembar pastik coklat digulung pada siang hari agar memungkinkan cahaya masuk sehingga pakan alami bisa tumbuh dalam kolam.

Pakan yg digunakan berupa pakan komersial dengan dosis 5% berat biomasa yg diberikan dengan frekuensi 4 kali sehari.

Budidaya Ikan Baung – Pembesaran

Pembesaran ikan baung bisa dilakukan dikolam ataupun KJA. untuk pemeliharaan di KJA berukuran 7 m x 7 m, benih yg digunakan berukuran 7-10 g dengan kepadatan tebar 50 kg/kantong. Sementara kepadatan tebar pada pemeliharaan di kolam tanah dengan kedalaman 1,2 m sebanyak 50 – 100 ekor/m2. Kepadatan ini masih bisa ditingkatkan dengan penambahan peralatan seperti blower atau pasokan air yg cukup.

Dengan begitu, parameter-parameter tertentu kualitas air seperti oksigen dan nitritmasih layak untuk budidaya, merupakan kadar oksigen lebih dari 5 ppm dan kadar nitrit kurang dari 0,1 ppm.

Budidaya Ikan Baung di KJA 

Pemeliharaan ikan baung di KJA memerlukan waktu sekitar 5 – 6 bulan dan diharapkan mencapai ukuran 4 – 5 ekor/kg. Selama masa pemeliharaan, ikan baung diberi pakan buatan berupa pelet dengan kadar protein 26 – 28% sebanyak 5 – 7% berat biomasa dengan frekuensi pemberian 3 – 5 kali dalam sehari. Pembesaran ikan di KJA lebih praktis dibandingkan pembesaran ikan di kolam. Hasil yg dipanen pada pemeliharaan di KJA antara 750 kg- 1,5 ton/kantong.

Budidaya Ikan Baung di Kolam

Penebaran benih pada tahap pembesaran dilakukan setelah kolam selesai diolah. Pengolahan kolam dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

1) keringkan kolam selama 4 hari

2) lakukan pengapuran dengan kapur pertanian atau tohor. adapun dosis yg digunakan merupakan 20 g/m2 dan di biarkan selama 3 hari.

3) aliri kolam dengan air hingga setinggi 10 cm dan pupuk menggunakan kotoran ayam dengan dosis 200 g/m2.

4) setelah 3 hari, tambahkan air hingga ketinggian  120 cm.

5) pada hari ke- 6, ikan baung siap ditebar dengan kepadatan 50 – 100 ekor/m2.

Umur Panen Ikan Baung

Ikan baung diberi pakan buatan berupa pelet berkadar protein 26 – 28% sebanyak 5-10% berat biomasa dengan frekuensi pemberian 3 – 5 kali dalam sehari. Selama 5 – 6 bulan pemeliharaan, hasil yg di panen pada pemeliharaan dikolam seluas 1000 m2 sekitar 750 kg-1 ton.

Selesai sudah ulasan singkat Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal Tanah, semoga bisa memebrikan gambaran dan selamat mencoba.

Cara Budidaya Ikan Baung di Kolam Terpal Tanah
| Kamikaze