Skip to main content

Search This Blog

Cara Budidaya Ikan Belida Hitam Bangkok dengan Pakan Alami

Cara Budidaya Ikan Belida Hitam Bangkok dengan Pakan Alami Di Update September 2018

Cara Budidaya Ikan Belida Hitam Bangkok dengan Pakan Alami – Sudah tahu harga benih ikan belida? Atau ingin tahu ikan belida hitam terbesar? Ikan belida ialah ikan perairan umum yg banyak dijumpai diperairan sungai dan rawa di Sumatra, terutama Palembang dan jambi. Masyarakat Palembang menggunakan ikan balida sebagai bahan baku pembuatan kerupuk.

Cara Budidaya Ikan Belida Hitam Bangkok dengan Pakan Alami

Sementara masyarakat Kalimantan memanfaatkan ikan balida untuk bahan pepes karena kandungan lemaknya yg tinggi sehingga mempunyai rasa yg menarik.  Oleh karena harga ikan balida mencapai 50.000,00/kg, banyak pembuat kerupuk yg menggunakan ikan gabus atau seluang sebagai gantinya. Nilai ekonomis ikan balida akan semakin bertambah bilamana digunakan sebagai ikan hias air tawar. Ada 2 spesies ikan balida yg dikenal di alam, bahwa ikan balida (notopterus chitala) dan ikan tapah (notopterus notopterus).


Kedua ikan tersebut bersifat karnivora, berbentuk pipih, dan ukurannya beraneka ragam dari 50 cm-93 cm. Berikut cara budidaya ikan belida sebagai jenis ikan konsumsi.

Budidaya Ikan Belida

Pembenihan 

Dari hasil pengamatan yg dilakukan oleh adjie dan utomo (1994), ikan balida mempunyai telur dengan diameter 0,15 – 3,55 mm dan fekunditasnya berkisar 1,194 – 8,320 butir.  Adjie dkk. (1999) juga melaporkan bahwa ikan balida memijah sepanjang tahun dengan puncak pemijahan ikan terjadi pada musim kemarau. Pemijahan ikan belida baru mampu dilakukan secara alami, sedangkan pemijahan secara buatan masih dalam taraf pengkajian.

Pemilihan induk 

Induk yg digunakan dalam pemijahan mempunyai berat 2 – 3 kg/ekor dan berumur 2,5 – 3 tahun. Jumlah telur yg dihasilkan berkisar 200 – 300 butir/ekor. Induk yg digunakan tidak cacat fisik, baik bentuk badan ataupun sisiknya.

Budidaya Ikan Belida – Pemijahan

Umumnya, pembenihan ikan belida dilakukan dengan pemijahan secara alami dan masal didalam kolam. Kolam pemijahan mempunyai luas sekitar 200-500 m2 dengan kedalaman air mencapai 1,5 m. kolam dilengkapi dengan tonggak kayu sebagai substrat untuk menempelkan telur, satu tonggak untuk setiap 1 m2. Sebagai perangsang ovulasi, dilakukan penyuntikan dengan hormone ovaprim. Adapun dosis ovaprim yg digunakan untuk induk betina bahwa 1,5 cc/kg berat induk betina pada suntikan kedua. Selang waktu antara kedua penyuntikan tersebut bahwa 8-10 jam.

Sementara dosis ovaprim untuk induk jantan bahwa 0,5 cc/kg berat induk jantan yg diberikan bersamaan pada suntikan kedua pada induk betina. Ikan akan memijah dalam waktu 20 jam setelah penyuntikan kedua.

Pemeliharaan larva

Telur yg menempel pada tonggak sesudahitu diteteskan didalam kolam, bak, atau akuarium dengan cara memindahkan tonggak yg di tempeli telur ke dalamnya. Telur akan menetas setelah 24 jam sejak di pindahkan.  Untuk larva yg ada dikolam, pakan berasal dari pemupukan yg sudah dilakukan sebelum induk dipasangkan didalam kolam.  Sementara larva dalam bak atau akuarium mampu diberi pakan berupa moina dan daphnia.

sesudahitu, larva diberi pakan berupa cacing tubifex. Setelah ukuran tubuhnya mencapai 7-8 cm, benih mampu dipelihara pada kolam pembesaran.

Budidaya Ikan Belida -Pembesaran

Pembesaran atau budidaya ikan belida mampu dilakukan dikolam atau karamba yg terpasang di aliran sungai yg berarus cukup deras.  Pembesaran belida dikolam dimulai dengan menebarkan benih berukuran 7- 8 cm sebanyak 10 ekor/m2.

Makanan Ikan Belida

Pakan yg diberikan mampu berupa ikan rucah. Ikan belida mampu dilatih untuk mengonsumsi pelet. Adapun dosis pakan yg digunakan bahwa 5% berat badan per hari.  Pertumbuhan ikan belida termasuk lambat. Pertambahan berat badan sebanyak 100 g baru mampu dicapai setelah pemeliharaan selama 3 – 4 bulan.  Pembesaran dikaramba mampu dilakukan menggunakan karamba sebanyak 4 m x 3 m atau 8 m x 3 m. Benih yg digunakan berukuran lebih besar dibandingkan benih yg akan dipelihara dikolam, bahwa sekitar 15 cm atau 30 g/ekor.

Kepadatan yg digunakan bahwa 10 – 15 ekor/m2. Ikan diberi pakan berupa ikan rucah, limbah rumah tangga, serta pellet komersial. Dosis pakan yg diberikan bahwa 5 – 10% berat badan per hari yg diberikan sebanyak 3 kali sehari, terutama saat hari gelap karena ikan belida termasuk ikan nocturnal yg aktif pada malam hari. Pemeliharaan selama 4 – 5 bulan akan menghasilkan ikan belida berukuran 150 – 200 g/ekor.

Itulah beberapa langkah tahapan Cara Budidaya Ikan Belida Hitam Bangkok dengan Pakan Alami yg mampu kamu jual sebagai ikan hias dengan harga mahal.

Cara Budidaya Ikan Belida Hitam Bangkok dengan Pakan Alami
| Kamikaze