Skip to main content

Search This Blog

Cara Budidaya Ikan Nilem Sebagi Jenis Ikan Terapi

Cara Budidaya Ikan Nilem Sebagi Jenis Ikan Terapi Di Update Desember 2018

Cara Budidaya Ikan Nilem Sebagi Jenis Ikan Terapi –  Sudah tahu jenis makanan ikan nilem? Atau ingin tahu habitat asli ikan nilem? Nama latin ikan ilem (osteochilus hasselti C. V) adalah komoditas asli Indonesia yg sudah dibudidayakan sejak lama, khususnya di priangan, jawa barat. Data statistic perikanan 2005 menunjukkan bahwa produksi ikan nilem di jawa barat tercatat lebih dari 13 ribu ton.

Cara Budidaya Ikan Nilem Sebagi Jenis Ikan Terapi

Dari jumlah tersebut, 94,20% nya berasal dari priangan. Selama 20 tahun terakhir dalam pelita IV, tercatat kontribusi nilem sekitar 83% (kompas, 5 maret 2007). Ikan ini mempunyai potensi yg cukup besar dalam industry perikanan budi daya air tawar (ikan konsumsi dan produk olahan seperti pengolahan telur, pindang, baby fist, dendeng) di masa mendatang. Selain memiliki keunggulan komparatif, pasarnya pun terbuka lebar. Berikut cara budidaya ikan nilem untuk usaha dengan harga yg ekonomis.


Budidaya Ikan Nilem

Pembenihan

Pemijahan ikan nilem baik secara alami atau sudah bisa dilaksanakan dan teknologi budidayanya pun tersedia.  Pembenihan yg banyak dilakukan oleh petani, khususnya di daerah priangan jawa barat, masih bersifat tradisional.
System budidaya ikan nilem tersebut di kenal dengan system tarogong, nagreg, dan galunggung. Pada system tersebut, induk jantan dan betina yg telah matang gonad ditempatkan secara bersamaan dikolam pemijahan khusus (umumnya berukuran 3 m x 2 m ) yg telah dilengkapi dengan tanaman atau rumput-rumputan untuk merangsang pemijahan.

Kolam pemijahan terhubung dengan kolam penetasan (ukuran 4 m x 2 m) yg dasarnya dilapis dengan pasir atau kerikil.

Pemilihan induk 

Induk yg digunakan dalam budidaya ikan nilem khusus pemijahan memiliki berat 150 – 200 g/ekor dan berumur lebih dari 8 bulan. Jumlah telur yg dihasilkan berkisar 1.500-2000 butir/ekor. Induk yg akan dipijahkan tidak cacat fisik, baik bentuk badan atau sisiknya. Perbandingan induk jantan dan betina yg digunakan dalam pemijahan adalah 6 jantan :1 betina. Banyaknya induk jantan ini dikarenakan oleh waktu pemijahan yg terjadi cukup lama, merupakan berkisar 6 – 7 jam.

Budidaya Ikan Nilem – Pemijahan 

Pemeliharaan induk dilakukan dikolam tanah dengan luas 50 m2. Adapun jumlah indukan yg digunakan sebanyak 150 ekor dengan kisaran bobot antara 150 – 200 g/ekor. Ikan diberi pakan formula induk nilem djajasewaka 2005 yg mengandung 27% protein. Pakan diberikan setiap 6 hari dalam 1 minggu dengan rasio pemberian 2 – 3% dari bobot biomasa selama 3 bulan pemeliharaan. Untuk menghindari terjadinya pemijahan liar,pemeliharaan ikan jantan dan betina hendaknya dilakukan secara terpisah.

Tahapan Pemijahan Ikan Nilem

Pemijahan buatan dilakukan pada induk yg telah matang gonad dengan kriteria sel telur berdiameter rata – rata 1,1 mm (subagja, 2006). Penyuntikan ovulasi menggunakan ovaprim dengan dosis 0,6 m/kg bobot induk betina. Penyuntikan pada induk jantan dilakukan dengan dosis 0,4 ml/kg bobot induk jantan. Sperm4 dari ikan jantan dikumpulkan dengan cara melakukan pemijatan. lalu, semen dikoleksi dengan jarum suntik dan disimpan dalam larutan ranger dengan perbandingan 1:10 dan di simpan dalam kondisi suhu 4-5 derajat.

Setelah sperm4 siap, telur dikumpulkan dari induk betina dengan melakukan pengurutan. lalu, letakkan telur dalam wadah porselin dan tuangkan larutan sperm4 ke dalamnya. Aktifkan sperm4 dengan menambahkan air bersih dalam wadah sambil di aduk perlahan dengan bulu ayam.

Pemeliharaan larva

Langkah budidaya ikan nilem lalu adalah melihara larva. Telur hasil fertilisasi ditetaskan dalam corong mendifikasi dari system mc donal-jar. Pasokan air ke dalam corong diperoleh dari air yg telah difilter. lalu, larva dipelihara selama 7 hari, lalu dipindahkan ke kolam pembesaran.

Larva kebul yg dihasilkan satu minggu setelah penetasan dipanen dengan cara di alirkan melalui paralon pintu pembuangan. akan tetapi, cara ini di duga banyak menyebabkan kehilangan produksi larva karena tercampur dengan pasir halus  sehingga mortalitasnya tinggi. Modifikasi dengan penggunaan happa bisa meningkatkan produksi hingga 70%.

Budidaya Ikan Nilem – Pembesaran

Secara umum, budidaya ikan nilem saat ini masih bersifat tradisional, apalagi hanya berupa produk sampingan dari hasil budidaya ikan secara polikultur dengan ikan mas, mujair, nila, gurami. Umumnya, pemeliharaan dilakukan dikolam tanah berukuran 200-500 m2. Setelah kolam di olah, ikan nilem ditebar dengan kepadatan 10-20 ekor/m2. Begitu pula kepadatan ikan mas atau nila yg ditebar. Pakan yg digunakan mengandalkan pakan alami hasil pemupukan sebelumnya serta limbah sayuran atau dapur.

Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa ikan nilem adalah komoditas masa depan yg menguntungkan mengingat semakin mahalnya harga pakan komersial berupa pellet. Dari sinilah kamu bisa membuka usaha budidaya ikan nilem untuk terapi dengan harga mahal yg menguntungkan.

Cara Budidaya Ikan Nilem Sebagi Jenis Ikan Terapi
| Kamikaze