Skip to main content

Search This Blog

Cara Menanggulangi Semua Jenis Hama Penyakit Ikan

Cara Menanggulangi Semua Jenis Hama Penyakit Ikan Di Update September 2018

Cara Menanggulangi Semua Jenis Hama Penyakit Ikan –  Hama dan penyakit yaitu salah satu aspek yg mempengaruhi keberhasilan usaha budidaya, merupakan adanya hama dan penyakit. Umumnya, semakin intensif teknologi budidaya yg digunakan mengakibatkan semakin besar pula kemungkinan timbulnya penyakit. Hal tersebut dikarenakan semakin tingginya kepadatan yg digunakan sehingga mendekati batas maksimal daya dukung lahan. Timbulnya penyakit pada ikan dikarenakan perpaduan tiga faktor, merupakan kondisi ikan, kondisi lingkungan, serta adanya jasad pathogen/hama. bilamana ketiga faktor tersebut mendukung timbulnya penyakit maka terjadinya kematian juga menjadi semakin cepat.

Hal terpenting  yg perlu dilakukan untuk mengandung suksesnya suatu usaha budidaya merupakan dengan mengetahui jenis hama dan penyakit ikan serta penyebabnya. Dengan begitu, pelaku budidaya mampu melakukan usaha pencegahan serta pengendaliannya.

 


Hama dan Penyakit Ikan

Pencegahan hama dan penyakit ikan

Jenis – Jenis Hama pada Ikan

Hama yg sering mengganggu usaha pembenihan ikan air tawar merupakan ucrit. Ucrit yaitu larva capung yg hidup di dalam kolam. Siklus hidup ucrit dimulai dari penempelan telur capung di rerumputan dekat pinggiran kolam.
sesudahitu, telur menetas dan larva capung tersebut jatuh ke kolam. Sifat merugikan ucrit merupakan menyedot cairan larva atau benih ikan hingga mati. Kematian yg dikarenakan oleh hama ini mencapai angka 70%, merupakan saat pendederan I. Solusi pencegahan serangan hama ini merupakan selalu membersihkan sekitar kolam dari rerumputan. Kegiatan tersebut mampu dilakukan pada saat pengolahan kolam sebelum tebar benih. Obat – obatan belum banyak digunakan untuk mencegahnya. Hal lain yg berkompetisi dengan larva/benih ikan merupakan anak katak. Anak katak sering mengganggu larva ikan dalam mencari pakan.

Cara Menanggulangi Semua Jenis Hama Penyakit Ikan

Penanganan Hama dan Penyakit Ikan

Untuk  pencegahannya, kebersihan kolam saat pengolahan perlu dijaga. Pemasangan saringan air di pintu masuk inlet dan penggunaan kapur tohor dengan dosis 200 g/m2 cukup membantu dalam memberantas hama tersebut.
Selain itu, pembuatan pagar dari jaring di sekeliling kolam juga mampu dilakukan. Hama berikutnya yaitu ular, burung dan ikan – ikan liar.

Untuk pencegahan hama ular, pelaku budidaya mampu membuat pagar di sekeliling kolam dan saringan di pintu air masuk. Sementara pencegahan terhadap serangan burung mampu dilakukan dengan memasang  pita keset yg ditempeli kertas – kertas saat ditiup angin, pencegahan ikan – ikan liar juga mampu dilakukan melalui penggunaan bahan –bahan alami seperti cengkaling dan kapur pada saat pengolahan kolam serta penyaringan air yg masuk kedalam kolam ikan.

Jenis Hama pada Budidaya Ikan Konsumsi

Hama yg umumnya menyerang pada saat pembesaran ikan merupakan predator seperti musang, biawak, ular, serta manusia. Pencegahan serangan predator mampu dilakukan dengan membuat pagar mengelilingi kolam dan menyaring air yg masuk ke dalam kolam. Sementara mencegah pencurian oleh manusia dilakukan dengan pendekatan sosial dan keamanan. Seperti  yg telah dijelaskan sebelumnya, penyakit mampu timbul efek kombinasi dari  3 faktor, merupakan jasad pathogen, lingkungan, dan kondisi ikan.

Dari ketiga faktor tersebut, dua faktor mampu dikendalikan merupakan kondisi lingkungan dan ikan.  Sementara jasad pathogen tidak mampu dikontrol. Jasad pathogen yg umum terhadap pada perairan tawar merupakan bakteri aeromonas, streptococcus, dan virus herpes. Jasad pathogen  tersebut tidak mampu menyerang bilamana kondisi lingkungan tidak cocok untuk pertumbuhannya. Pencegahan terpenting dilakukan dengan menjaga dua factor yg mampu diatur, merupakan kondisi lingkungan dan ikan.

Penanganan Hama dan Penyakit Ikan

Kondisi lingkungan dipelihara sebaik mungkin melalui pengolahan kolam ataupun treatmen terhadap air yg digunakan. Parameter penting yg umum dibutuhkan oleh ikan untuk kehidupan yg layak meliputi suhu, ph, oksigen, danamoniak. bilamana keempat parameter tersebut mampu dijaga pada batas – batas minimal kelayakan, 50% usaha budidaya yg dilakukan akan berhasil. Adapun batas kisaran suhu yg optimal untuk pembesaran ikan merupakan 28 – 32 derajat c, sedangkan ph berkisar 6 – 8, batas minimal oksigen terlarut  dalam air yg dibutuhkan merupakan 5 ppm dan batas maksimal amoniak dibawah 0,1 ppm.

Suhu dan ph air mampu dijaga kestabilannya dengan menggunakan air hijau. Air hujan yaitu air yg dihasilkan dengan menumbuhkan biota air melalui pemupukan dan pengapuran di kolam. Pemupukan biasanya dilakukan dengan menggunakan kotoran ayam dengan dosis 20 g/m2, sedangkan pengapuran dilakukan dengan menggunakan kapurtohor atau kapur pertanian dengan dosis 100 – 200 g/m2.

Pengendalian oksigen dilakukan dengan penambahan air masuk atau aerasi dengan blower. Sementara pengendalian jumlah amoniak mampu dilakukan dengan pengapuran. Kisaran perubahan parameter yg  diperbolehkan dalam satu hari yaitu sebagaiberikut. Perubahan suhu tidak lebih dari  3 derajat c, perubahan ph tidak lebih dari 1, penurunan oksigen minimal 3 ppm  dalam satu hari dan kenaikan kadar amoniak tidak melebihi 0,1 ppm.

Pengendalian kualitas air juga mampu dilakukan dengan system resirkulasi dengan menggunakan filter. akan tetapi demikian, system ini baru diterapkan untuk kegiatan pembenihan. Untuk kegiatan pembesaran, system yg sudah dilaksanakan masih dalam tahapan uji coba, merupakan dengan penggunaan system akuaponik. Langkah berikutnya untuk mencegah serangan hama dan penyakit yaitu membekali inang dengan daya tahan yg cukupbaik.

Daya tahan ikan mampu ditingkatkan dengan beberapa tindakan Antara lain, pemanfaatan vaksin dan bahan – bahan suplemen. Vaksinasi mampu meningkatkan kekebalan ikan terhadap serangan penyakit hingga 80%. Sementara pemberian suplemen berupa vitamin c mampu meningkatkan kekebalan hingga 70% dibandingkan ikan normal. Vaksin yg sudah diluncurkan oleh BRPBAT yaitu vaksin aeromonas untuk kekebalan ikan mas dari penyakit pendarahan dan vaksin streptococcus untuk kekebalan ikan nila dari penyakit streptocociasis.

Sementara itu, kekebalan terhadap serangan KHV mampu ditingkatkan dengan pemberian vitamin c dengan dosis 750 mg/kg pakan atau vaksinasi ikan dengan proses kohabitasi selama 2 – 3 hari. sesudahitu, lanjutkan penyehatan dengan pemeliharaan pada suhu 28 – 32 derajat c selama 14 hari.

Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan

Pengendalian hama dan penyakit ikan mampu dilakukan melalui program pencegahan dan pengobatan. Pencegahan hama dan penyaki tikan diterapkan dengan menjaga daya tahan ikan agar tetap baik atau dengan melemahkan daya serang jasad pathogen. Sementara pengobatan terhadap serangan hama dan penyakit ikan mampu dilakukan dengan menggunakan obat – obatan bahan kimia, antibiotic, ataupun herbal. Pencegahan hama dan penyakit ikan dengan meningkatkan daya tahan ikan biasanya dilakukan dengan penggunaan vaksin. Vaksinasi mampu dilakukan dengan melalui cara perendaman yaitu cara yg paling  efisien.

Untuk ikan induk, cara penyuntikan yaitu yg paling efektif dan efisien. Sementara untuk benih ikan atau ikan budidaya, vaksinasi dengan pakan atau perendam yaitu cara yg paling efisien. Pencegahan hama dan penyakit ikan dengan melemahkan daya serang mampu dilakukan dengan menjaga kualitas  air agar  tidak sesuai dengan keadaan optimum bagi pertumbuhan jasad pathogen. Sebagai contoh, untuk mencegah serangan virus KHV, pemeliharaan ikan pada suhu di atas 26 derajat c yaitu salah satu alternative  solusinya.

Metode Alternatif Menanggulangi Hama dan Penyakit Ikan

Pengendalian hama dan penyakit ikan melalui pengobatan yaitu alternatif berikutnya yg mampu dilakukan oleh para pelaku budidaya. Pengobatan dengan menggunakan antibiotik  ataupun bahan – bahan kimia sudah mulai ditinggalkan oleh para pelaku budidaya karena efek negative yg ditimbulkannya. disampingitu, harga bahan yg cukup tinggi juga yaitu bahan pertimbangan tersendiri. Pengobatan dengan bahan – bahan herbal mulai dilirik dan diterapkan oleh para masyarakat. Sebagai contoh, penyakit koreng pada ikan gurami mampu diobati dengan menggunakan daun kipait.

Penyakit efek serangan bakteri aeromonas  yg menyebabkan penyakit perut berdarah mampu diobati dengan menggunakan daun kamboja. Sementara penyaki tich sebagai efek serangan parasite I. MULTIFILIS mampu di atasi dengan rendaman air garam.  Itulah Cara Menanggulangi Semua Jenis Hama Penyakit Ikan, semoga bermanfaat.

Cara Menanggulangi Semua Jenis Hama Penyakit Ikan
| Kamikaze