Skip to main content

Search This Blog

Solusi Hama dan Penyakit Ikan Nila Organik serta Cara Mengatasinya

Solusi Hama dan Penyakit Ikan Nila Organik serta Cara Mengatasinya Di Update September 2018

Hama dan Penyakit Ikan Nila Organik serta Cara Mengatasinya – Sudah tahu obat ikan nila jamuran? Atau ingin tahu obat ikan nila sering mati? Setiap usaha pasti akan mengalami kendala yg membuat pembudidaya harus mengambil resiko.

Besar kecilnya kendala yg di alami akan sebanding dengan keuntungan yg di peroleh pembudidaya. Kendala berupa hama dan penyakit bukanlah sesuatu yg harus di takuti, atasi segera untuk keberlangsungan budidaya.

Hama dan Penyakit Ikan Nila Organik serta Cara Mengatasinya


Hama dan Penyakit Ikan Nila Organik serta Cara Mengatasinya – Gangguan hama dan penyakit 

Pada budidaya ikan nila organik, penyakit yg mampu menjangkit ikan nila mampu di katakan tidak ada karena pakan tidak mengandung zat tambahan dan tidak adanya akumulasi zat racun berlebih di dalam kolam.

Control pakan yg di atur agar kolam budidaya bebas polutan dan zat asing juga minimalisir masuknya zat berbahaya di dalam tubuh ikan.

Pakan yg diberikan pun ialah pakan alami yg memiliki kadar polusi rendah karena di budidayakan dengan cara organik yg mengurangi tingkat polusi di lingkungan.

Mungkin di bawah ini beberapa jenis hama dan penyakit ikan nila yg sering timbul jka kurang memperhatikan kesehatan air dan keadaan pakan.

Hama dan Penyakit Ikan Nila Organik serta Cara Mengatasinya – Hama dan Penyakit Ikan Nila

Terlepas dari kondisi tersebut, pada kolam lemna masih sering ditemukan beberapa hama pengganggu. tetapi, gangguannya masih wajar dan mampu di abaikan oleh pembudidaya.

Misalnya, pada kolam lemna dan nila sering ditemukan ophrydium versatile, adalah gumpalan hitam seperti jelly hasil simbiosis antara ciliate dengan chlorella algae di kolam yg tenang.

tetapi, ophrydium versatile bukan gangguan berbahaya, karena hanya mengotori kolam nila.

Meskipun tidak berbahaya, gumpalan di kolam lemna mampu mengganggu keberadaan dan perkembangbiakan lemna.

Hal ini mampu di atasi dengan mengangkat gumpalan tersebut menggunakan jaring.

Selain ophrydium versatile, pada kolam lemna terkadang muncul spirogyra.

Meskipun spirogyra mampu di manfaatkan sebagai pakan nila, tetapi kalau pertumbuhannya dikolam lemna lebih banyak, tumbuhan ini nantinya mampu mengganggu pertumbuhan lemna.

Pasalnya, tumbuhan spirogyra yg telah  memasuki usia satu minggu akan naik ke atas permukaan kolam.

Pada kolam lemna, spirogyra yg naik ke permukaan kolam tidak akan kembali turun ke bawah karena telah menempel di akar lemna.

Untuk mengatasinya, lakukan pembersihan secara berkala di kolam lemna.

Ketika memanen lemna, usahakan di sertai dengan mengontrol kolam agar tidak ada spirogyra yg tumbuh dan berkembang dengan jumlah yg besar.

Selain tumbuhan air, gangguan pada kolam lemna biasanya datang dari hewan-hewan kecil, seperti ikan wader, udang, malahan kepiting.

kalau di biarkan berada di kolam lemna, hewan-hewan tersebut akan memakan lemna.

sehingga, lakukan pengontrolan pada kolam lemna secara rutin untuk meminimalisir adanya hewan selain ikan nila yg mengonsumsi lemna.
Selain pada kolam lemna, ada juga hama yg ditemukan pada kolam

budidaya nila, terutama di kolam yg terbuat dari bekas pematang sawah.
Hewan di pematang sawah umumnya memakan bibit nila yg masih kecil.

Jenis Hama pada Ikan Nila

Berikut beberapa jenis hama dan penyakit ikan nila yg biasanya mengganggu proses produksi atau budidaya ikan konsumsi.

Hama dan Penyakit Ikan Nila – Ular sawah

Ular ini biasanya memakan ikan-ikan yg terdapat di kolam budidaya. Ular ini mampu menangkap ikan di sekitar tempat budidaya karena umumnya ketinggian kolam tidak terlalu dalam, sehingga ular mampu menyelam dan menangkap ikan.

Secara morfologi ular sawah ini biasanya berwarna gelap dengan warna dasar abu kecoklatan serta corak hitam dan kuning.

Ular ini memiliki jumlah sisik dorsal lebih dari 45 deret dan sisik ventral yg lebih sempit dari lebar sisi perut bawahnya.

Ular ini umumnya bertubuh gemuk pendek, tetapi panjangnya mampu mencapai 10 meter.

Untuk menanggulangi serangan hama ular sawah ini, tangkap ular secara manual. Meskipun tenaga yg di keluarkan cukup besar, tetapi cara ini tergolong efektif untuk menurunkan jumlah predator alami ini.

Hama dan Penyakit Ikan Nila – Kepiting air tawar

Yuyu atau kepiting air tawar ialah hama dan penyakit ikan nila jenis hewan yakni kepiting yg hidup di sekitar persawahan, sungai, dan danau.

Yuyu ini dikenal juga dengan nama ketam. Secara morfologi, yuyu biasanya berukuran lebih kecil di bandingkan dengan kepiting air laut.

Berbeda dengan kepiting air laut, yuyu memiliki kaki yg runcing dengan tubuh berwarna kecoklatan atau kehitaman.

Bagian tubuh yuyu sendiri biasanya berduri ditepian dan memiliki lekukan seperti terinjak kaki kuda di bagian tengah tubuh.

Dalam budidaya ikan nila, yuyu ialah jenis hama yg merusak pematang kolam dan memakan ikan-ikan kecil di kolam.

Pematang kolam di rusak dengan cara di lubangi sehingga mengakibatkan

kebocoran. Untuk menghindari hal, kolam yg masih terbuat dari tanah sebaliknya dibuat permanen.

kalau di buat permanen, lapisan dinding kolam hendaknya di tutupi dengan bamboo agar tidak bocor dan sulit dilubang oleh yuyu.

Hama dan Penyakit Ikan Nila – Kecebong (berudu)

Hama dan penyakit ikan nila yg terakhir ini merupakan kecebong atau berudu yg mampu hidup di air tetapi bernafas menggunakan insang.

Sebagai hama, kecebong biasanya ikut memakan pakan ikan yg terdapat di kolam.

Kebiasaan ini mengakibatkan berkurangnya jumlah pakan yg harusnya di makan oleh ikan.

kalau hal ini berlanjut, lama kelamaan ikan akan mengalami kekurangan pakan. Untuk menanggulangi hal ini, lakukan penangkapan kecebong sesegera mungkin agar tidak ikut memakan pakan ikan nila.

Keterbatasan lahan

Pada budidaya ikan nila organik, pengadaan lahan budidaya ialah salah satu kendala utama yg sering dihadapi.

Ketika hendak melakukan budidaya, lahan budidaya hendaknya memiliki tingkat polusi yg rendah.

Kandungan air yg akan di gunakan untuk budidaya harus berada pada tingkat kesadahan air murni yg bebas polusi, hal ini untuk antisipasi datangnya penyakit ikan nila datang.

Sedikit saja adanya zat berbahaya yg terdapat di air, zat tersebut akan terserap ke dalam tubuh pakan alami atau ikan budidaya.

Dalam jumlah banyak, serapan ini akan menimbulkan akumulasi yg menyebabkan  ikan menjadi layak konsumsi karena mengandung zat yg berbahaya.

Untuk menghindari polusi ini, air untuk usaha budidaya sebaiknya berasal dari sumber mata air.

Air yg berasal dari mata air yg mengandung zat polutan berbahaya bagi tubuh ikan.

Sayangnya, ketersediaan lahan yg dekat dengan mata air saat ini cukup sulit untuk ditemukan. Kalaupun ada, lahan tersebut biasanya ialah lahan bekas sawah yg hanya di kosongkan untuk beberapa waktu.

Dari beberapa daftar daftar hama dan penyakit ikan nila di atas, diharapkan sobat mampu menjaga selalu kualitas dan kuantitas air dalam kolam agar berbagai jenis kendala budidaya ikan konsumsi tidak mudah tumbuh.

Solusi Hama dan Penyakit Ikan Nila Organik serta Cara Mengatasinya
| Kamikaze