Skip to main content

Search This Blog

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal Tanah

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal Tanah Di Update September 2018

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal Tanah – Sudah tahu cara budidaya ikan patin di kolam beton? Atau ingin tahu cara budidaya ikan patin di kolam terpal? Nama latin ikan patin yaitu pangasius hypophthalmus banyak terdapat didaerah sumatera, khususnya jambi, palembang, dan daerah sumatera bagian selatan (sumbagsel).  Ikan patin dikenal dengan dengan dagingnya yg empuk dan kulitnya yg agak tebal digunakan sebagai bahan baku kerupuk kulit ikan. Dari sinilah jenis ikan konsumsi patin ini mulai dikembangbiakkan baik di tong ataupun kolam terpal demi suksesnya usaha membagikan pelayanan pada konsumen.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal Tanah

Berikut rangkuman budidaya ikan patin lengkap untuk pemula yg bisa dijadikan sebagai pdf dengan analisa modal minim hasil maksimal.


Budidaya Ikan Patin

Pembenihan

Ikan patin baru bisa dipijahkan dengan pemijahan buatan, sedangkan proses pemijahan secara alaminya belum banyak diketahui.  Adapun langkah awal budidaya ikan patin yaitu pembenihan, berikut caranya.

Pemilihan Induk Ikan Patin

Induk yg digunakan dalam pemijahan harus mempunyai ukuran dan umur yg sesuai. Untuk induk ikan patin yg akan diambil hipotalamusnya sebaiknya mempunyai berat 1,5 – 3 kg/ekor dan berumur lebih dari 1,5 tahun.

Berapa Jumlah Telur Ikan Patin?

Fekunditas ikan ini berkisar 85.000 – 30.000 butir/kg induk. Induk yg digunakan tidak cacat fisik, baik bentuk badan ataupun sisiknya. Perlu diperhatikan, semakin besar ukuran ikan, semakin sulit pula penanganannya.

Ciri – Ciri Induk Ikan Patin Matang Gonad

Pemilihan induk matang gonad bisa dilakukan dengan cara menangkap induk dan melakukan pengamatan secara seksama terhadap genital papila dan ciri sekunder lainnya. Induk ikan patin betina yg matang gonad dicirikan dengan warna genital papilanya yg berwarna merah dan abdomennya terasa lunak bilamana di raba.

Sementara induk jantan yg matang gonad dicirikan dengan genital papilanya yg berwarna merah dan berbentuk kerucut. bilamana abdomennya diurut, induk jantan akan mengeluarkan sperm4.

Memelihara Induk Ikan Patin

Induk yg terpilih kemudian ditempatkan dalam wadah yg terbuat dari waring, bak plastik, atau bak fiber berukuran 1 m x 1 m x 1 m . Induk jantan dan betina sebaiknya dipisah. Adapun jumlah induk yg ditempatkan sebanyak 5 – 10 ekor per wadah. setelahitu, induk yg terpilih ditimbang satu per satu, kemudian di suntik dengan hormon.

Penyuntikan bisa dilakukan secara intermuskular atau interperitoneal. dosis yg digunakan untuk ovaprim diberikan 0,9 ml/kg yg diaplikasikan  0,3 ml/kg pada penyuntikan awal dan 0,6 ml/kg pada penyuntikan akhir. Selang waktu penyuntikan pertama dan kedua selama 6 jam dan waktu pemijahan terjadi 6 – 8 jam setelah  penyuntikan ke dua.

Induk jantan disuntik dengan dosis 1/2 induk betina dan diberikan bersamaan dengan suntikan kedua induk betina.
Proses pengeluaran sperm4 dari  induk jantan dilakukan dengan langkah berikut. Sebagai catatan, induk jantan dibius terlebih dahulu dibandingkan induk betina.

1) sebelum dilakukan pengurutan, bius induk jantan dengan phenoxy etanol, MS222, atau minyak cangkih. dosis untuk pembiusan bisa diberikan sebanyak 3 ppm.

2) angkat dan keringkan badan induk dengan kain, handuk, atau tisu, terutama pada bagian genital papilanya.

3) posisikan kepala induk disebelah kanan. sedangkan ekor digenggam dengan tangan kiri.

4) urut abdomen ke arah genital papila dengan menggunakan jari tangan kanan. pada awal pengurutan, singkirkan urin yg keluar.

5) tampung sperm4 yg keluar dalam syringe atau suntikan berukuran 10 ml yg sebelumnya ditambahkan larutan fisiologis.

Pengeluaran Telur Ikan Patin

Proses pengeluaran telur dari induk betina budidaya ikan patin dilakukan dengan langkah berikut.

1) sebelum dilakukan pengurutan, bius betina induk betina dengan phenoxy etanol, MS222, atau minyak cangkih. dosis untuk pembiusan bisa diberikan sebanyak 3 ppm.

2) angkat dan keringkan badan induk dengan kain, handuk, atau tisu, terutama pada bagian genital papilanya.

3) posisikan kepala induk disebelah kanan, sedangkan ekor digenggam dengan tangan kiri.

4) urut abdomen ke arah genital papila dengan menggunakan jari tangan kanan. pada awal pengurutan, keluar cairan ketuban berwarna bening, kemudian diikuti oleh telur. Telur yg baik berwarna kuning kehijauan dan berukuran seragam.

5) tampung telur dalam wadah kering yg terbuat dari plastik berbentuk bulat atau persegi.

Setelah sperm4 dan telur dikeluarkan dari masing – masing induk, langkah setelahitu beternak ikan patin, yaitu melakukan pembuahan.

Adapun langkah pembuahan ikan patin dilakukan dengan langkah berikut. 

1) campurkan telur dengan sperm4, lalu aduk dengan bulu ayam atau bahan lembut lainnya. lakukan pengadukan sampai semua telur tercampur merata dengan sperm4, sekira 1 menit.

2) aktifasi sperm4 dengan cara menambahkan air sampai telur dan sperm4 terendam. diamkan selama 1 menit, lalu buang airnya.

3) untuk menghilangkan kelebihan sperm4, tambahkan air ke dalam campuran telur dan sperm4 hingga 2-3 kali.

Pemeliharaan Larva Ikan Patin 

Keberhasilan budidaya ikan patin ditentukan oleh penetasan telur, yg mana bisa diupayakan melalui pendekatan sifat telur setelah dibuahi. Untuk ikan patin yg telurnya bersifat adesiv (menempel satu dengan lainnya), penetasan dilakukan menggunakan bak-bak akuarium. Bak akuarium diisi air dan diberi aerasi. Ukuran akuarium yg digunakan bisa beraneka ragam. Adapun ketinggian air dalam akuarium merupakan 20 – 30 cm. Sementara kepadatan tebar per akuarium 10.000 – 30.000 butir.

Telur akan menetas dalam waktu 15 – 18 jam pada suhu 27 derajat c dan dengan kandungan oksigen 8-10 ppm. Adapun jumlah telur yg menetas rata – rata berkisar 76 – 85%. Setelah semua telur menetas, lakukan penyiponan dengan menggunakan selang berdiameter 1 – 2 cm. setelahitu, larva ditampung pada wadah plastik atau akuarium kaca, atau bak fiber. Perawatan larva bisa dilakukan dalam wadah akuarium dengan kepadatan berkisar 50 – 100 ekor/liter. Selama pemeliharaan, larva diberi pakan artemia. Pemberian pakan artemia dilakukan pada hari ke-2, merupakan saat kuning telur telah habis dan diberikan selama 4 hari. Induk berukuran 2,5 kg bisa menghasilkan benih sebanyak 50.000 ekor.

Budidaya Ikan Patin – Pendederan

Pendederan benih patin bisa dilakukan dikolam setelah larva berumur 5 – 6 hari. Sebelum melakukan pendederan, kolam dibersihkan dan diberi kapur dengan dosis 25 g/m2 serta diberi pupuk organik dengan dosis 200 g/m2. setelah itu, kolam diberi naungan berupa plastik transparan berlapis plastik berwarna cokelat.

Lembar plastik coklat digulung pada siang hari agar memungkinkan cahaya masuk sehingga pakan alami bisa tumbuh dalam kolam. Pakan yg digunakan merupakan pakan komersial yg tersedia dipasaran dengan dosis 5% berat biomasa per hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.

Pembesaran Ikan Patin

Pembesaran ikan patin sudah berkembang dengan baik didaerah sumatera, seperti dipalembang dan jambi. Pada umumnya, pembesaran patin dikedua daerah tersebut menggunakan kolam atau karamba di sungai. Pembesaran patin dikaramba relatif lebih mudah penanganannya dibandingkan pembesaran ikan patin dikolam. Berikut teknik budidaya ikan patin yg dilakukan di dua tempat pemeliharaan tersebut.

Budidaya Ikan Patin di Karamba

Pembesaran ikan patin dilakukan di karamba berukuran 4 m x 2 m x 2 m. umumnya, benih yg digunakan berukuran agak kasar, merupakan sekitar 20 g/ekor. Kepadatan yg digunakan yaitu 15 ekor/karamba. Pakan yg diberikan berupa pakan komersial berbentuk pelet dengan kandungan protein antara 28 – 30% yg diberikan sebanyak 5 – 10% per hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari. Pemeliharaan dilakukan selama 6-7 bulan dan berukuran 800 g-1 kg/ekor saat dipanen.

Budidaya Ikan Patin di Kolam

Pembesaran ikan patin dikolam dilakukan dengan menggunakan benih berukuran lebih kecil, merupakan sekitar 10 g/ekor. Kepadatan ikan yg digunakan merupakan 10 – 15 ekor/m2. Benih ditebar setelah kolam diolah sesuai dengan prosedur standar yg terdiri dari pengeringan, pengapuran, dan pemupukan. Benih ikan ditebarpada saat 6 hari setelah pemupukan. Adapun pakan yg diberikan  berupa pakan komersial berbentuk pelet dengan kandungan protein antara 28 – 30 % yg diberikan sebanyak 5 – 10% hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.

Pemeliharaan dilakukan selama 7 – 8 bulan dan berukuran 800 g-1 kg/ekor saat dipanen.Nah, itulah beberapa langkah lengkap bagaimana cara budidaya ikan patin di kolam beton ataupun kolam terpal serta kolam tanah dengan analisa usaha yg pas pasan dengan ketentuan yg menguntungkan.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal Tanah
| Kamikaze