Skip to main content

Search This Blog

Teknik Pembesaran Ikan Patin Secara Intensif Yang Menguntungkan

Teknik Pembesaran Ikan Patin Secara Intensif Yang Menguntungkan Di Update September 2018

Teknik Pembesaran Ikan Patin Secara Intensif Yang Menguntungkan – Sudah tahu cara pembesaran ikan patin di kolam terpal? Atau ingin tahu masa panen ikan patin di kolam beton? Ikan patin mampu dibesarkan secara intensif dibeberapa media, seperti kolam, jaring apung, atau karamba. Pembesaran ikan patin di jaring apung hanya mampu dilakukan di daerah – daerah yg memiliki waduk atau danau yg memenuhi syarat untuk budidaya perikanan.

Pembesaran patin di karamba umumnya dilakukan para petani ikan di sungai-sungai yg terdapat di jawa, sumatera, dan kalimantan. Seperti jenis ikan konsumsi lainnya, sebelum membuka usaha ternak ikan sobat harus mengetahui dulu teknik- tekniknya terutama analisa modal budidaya. Berikut ini beberapa tahapan pembesaran ikan patin secara intensif yg sudah terbukti mampu membagikan hasil oleh sebagian petani Nusantara.

Pembesaran Ikan Patin

Persiapan kolam 


Kolam yg akan digunakan untuk pembesaran ikan patin dikeringkan 3-5 hari sampai tanah dasar kolam menjadi retak-retak. Maksud pengeringan adalah untuk membunuh bibit-bibit penyakit yg ada dikolam tersebut, serta untuk memudahkan pekerjaan pemupukan, perbaikan pematang yg bocor, dan pengolahan tanah dasar kolam.

Teknik Pembesaran Ikan Patin Secara Intensif Yang Menguntungkan

Tanah dasar kolam diratakan, sementara pematang kolam yg bocor diperbaiki guna menghindari lolosnya ikan patin yg dipelihara. Saluran tengah atau yg dikenal dengan sebutan kamalir dari saluran pemasukan sampai ke pengeluaran diperbaiki dan dijaga jangan sampai dangkal. seumpama mengalami pendangkalan, penangkapan ikan patin saat panen akan menemui kesulitan. setelahitu, dipintu pemasukan dan pintu pengeluaran air dipasang saringan yg berfungsi untuk mencegah masuknya ikan-ikan liar dan keluarnya ikan patin yg dipelihara.

Untuk menumbuhkan makanan alami berupa plankton yg dibutuhkan ikan patin saat ditebarkan, kolam harus dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang. Jenis pupuk kandang serta dosis yg mampu digunakan untuk kolam pembesaran patin sama dengan yg digunakan dikolam pendederan. setelahitu kolam diisi air secara bertahap. Pada hari pertama ketinggian air 20 cm setelahitu ditambah hingga mencapai ketinggian minimal 100 cm.

Hal tersebut di maksudkan untuk memberi kesempatan agar pupuk mampu bereaksi dengan sempurna, sehingga plankton mampu tumbuh sesuai dengan yg di harapkan. Penebaran benih baru mampu dilakukan setelah persiapan kolam selesai dan plankton dipastikan telah tumbuh. Agar benih yg ditebarkan tidak mengalami stres, penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari  saat suhu masih rendah.

Penebaran benih dilakukan secara hati – hati dengan cara aklimatisasi suhu air di wadah pengangkutan dengan kolam pembesaran. Jumlah benih patin yg ditebarkan sebanyak 5 ekor/m2 dengan ukuran 5 – 8 cm per ekornya.

Pemeliharaan 

Selama pemeliharaan, ikan patin diberi makanan tambahan untuk mempercepat proses pertumbuhan. Pakan buatan yg mampu diberikan berupa pelet yg biasa diberikan kepada ikan mas atau ikan lainnya. Sebenarnya, pakan untuk ikan patin mampu dibuat sendiri dengan komposisi tepung sebanyak 30%, tepung kedelai 25%, bungkil kelapa 25%, dan dedak halus 20%. Komposisi tersebut diperkirakan memiliki kandungan protein sekitar 20%. Jumlah pakan yg diberikan berkisar antara 3 – 4% dari berat total ikan patin yg dipelihara. Pemberiannya dilakukan secara bertahap pada pagi, siang, sore,dan malam hari.

Kegiatan lain yg dilakukan selama pemeliharaan adalah pengontrolan terhadap ikan yg dipelihara seumpama terjadi serangan penyakit sehingga mampu di ambil tindakan pengobatan. Juga pengontrolan terhadap saluran masuk dan keluar dikolam serta kebocoran-kebocoran dipematang kolam yg mampu menyebabkan ikan patin yg dipelihara lolos keluar.

Pembesaran Ikan Patin – Pemanenan hasil 

Pemanenan hasil dilakukan setelah ikan patin mencapai umur atau ukuran tertentu. Biasanya lama pemeliharaan kurang lebih 3 – 4 bulan atau tergantung pada permintaan pasar. Saluran pemasukan ditutup sedangkan saluran pembuangan yg terletak didasar kolam dibuka sambil dipasangi saringan. Sehingga permukaan air akan turun secara perlahan – lahan sampai akhirnya air ditinggal disaluran tengah. Ikan patin akan berkumpul didalam saluran tersebut. Ikan-ikan yg sudah terkumpul disaluran tengah tersebut digiring ke kobokan yg terletak dipintu pembuangan untuk setelahitu ditangkap secara hati-hati dengan menggunakan alat tangkap seperti serok atau scop net.

setelahitu, ikan patin ditampung ditempat khusus yg airnya mengalir atau langsung dijual ke pasar. Mortalitas atau kehilangan dan kematian ikan sangat tergantung pada proses pemeliharaan, seperti pemberian pakan, serangan hama atau penyakit. Biasanya, mortalitas kurang lebih antara 15 – 20% dari total ikan patin yg dipelihara.

Pembesaran Ikan Patin di Jaring Apung 

Pembesaran ikan patin dijaring apung sebenarnya mampu dilakukan tersendiri (hanya ikan patin). tetapi demikian berdasarkan pengalaman peternak dan hasil percobaan beberapa peneliti, pemeliharaan yg terbaik adalah sekaligus dengan ikan nila. Ikan nila yg digunakan mampu ikan nila biasa, nila merah, mampu pula nila gift. Pemeliharaan patin dengan nila di jaring apung bukan dalam konteks polikultur (pemeliharaan campuran didalam satu wadah yg sama), tapi dalam dua wadah jaring yg disusun bertingkat.

Bagian atas adalah wadah jaring apung untuk pemeliharaan ikan patin, bagian bawahnya adalah wadah jaring apung untuk pemeliharaan ikan nila. Beda kedua bagian itu adalah jaring apung untuk pembesaran patin yaitu jaring apung dengan konstruksi biasa (bentuk kotak atau persegi), sementara jaring apung untuk pemeliharaan nila yaitu jaring apung jenis jaring kolor. Untuk pembesaran patin dengan nila, satu unit jaring apung terdiri atas 4 petak jaring apung, 1 buah jaring kolor untuk nila, dan 1 buah rumah jaga.

Jangka usia ekonomis jaring apung 5 tahun (60 bulan) dan alat – alat perikanan lainnya 3 tahun (36 bulan). Ikan nila tidak diberi pakan tambahan secara khusus,  tapi hanya memanfaatkan sisa – sisa pakan yg diberikan pada ikan patin. Pakan yg diberikan berupa pelet merek pahe (paket hemat) yg harganya lebih murah dibandingkan pelet lain.

Pembesaran Ikan Patin – Persiapan Membuat jaring 

Jaring yg akan digunakan sebelumnya diperiksa dan dipastikan tidak ada yg sobek atau rusak. Kemudian jaring dipasang di rakit yg telah disiapkan setelah diberi pemberat berupa batu atau benda lainnya disetiap sudut bagian bawah jaring agar bentuk jaring benar – benar sempurna sebagaimana yg diharapkan.

Pembesaran Ikan Patin – Penebaran benih 

Penebaran benih pembesaran ikan patin dilakukan setelah persiapan jaring selesai. Ukuran ikan patin yg akan ditebarkan harus disesuaikan dengan ukuran mata jaring apung. Benih yg akan ditebarkan harus lebih besar daripada ukuran mata jaring apung agar ikan patin yg dipelihara tidak mampu lolos keluar jaring. Padat penebaran harus diperhatikan karena ada keterkaitan antara jumlah ikan yg ditebarkan dan daya tampung optimal jaring apung. Untuk menentukan jumlah ikan patin yg akan ditebarkan.

Tips Menebar Benih Agar tidak Stress

Agar ikan patin yg ditebarkan tidak mengalami stres, penebaran benih patin sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu masih rendah. Untuk itu perlu proses penyesuaian antara kondisi di wadah pegangkutan dan kondisi dilingkungan yg baru. Caranya, benih ikan patin yg berada didalam kantung plastik pengangkutan dibiarkan mengapung di atas air selama 5 – 10 menit. Kemudian kantung plastik dibuka dan ditambahkan sedikit demi sedikit air jaring ke dalam kantung itu sampai kondisi air didalam kantung sama dengan kondisi air didalam jaring. Proses aklimatisasi ini selesai seumpama ikan patin didalam kantung plastik keluar dengan sendirinya ke dalam jaring apung.

Pembesaran Ikan Patin – Pemeliharaan Benih Patin

Untuk mempercepat pertumbuhan, selama pemeliharaan, setiap hari patin di beri makanan tambahan berupa pelet sebanyak 3 – 5% dari berat total tubuhnya. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 4 kali, adalah pada pagi, siang, sore dan malam hari. Setiap sepuluh hari sekali dilakukan sampling dengan mengambil sampel populasi. Tujuannya mengetahui berat rata – rata ikan sehingga mampu diketahui berat total ikan patin, kita akan mampu pula mengetahui jumlah pakan yg diberikan.

Kegiatan lain yg perlu dilakukan selama pemeliharaan adalah pengontrolan jaring, kualitas air, kesehatan ikan, dan keamanan lingkungan. Jika ada bagian yg rusak atau putus, jaring harus segera diperbaiki. seumpama tidak dilakukan, ikan yg dipelihara akan lolos dari lolos dari jaring atau hama pemangsa akan masuk ke dalam jaring. Pengontrolan terhadap kualitas air di maksudkan guna memastikan bahwa air tersebut masih layak digunakan sebagai media hidup ikan.

Sebaiknya secara rutin dilakukan pengukuran kualitas air. Cara yg sangat sederhana adalah dengan mengetahui tingkah laku ikan yg dipelihara. Misalnya, seumpama tingkah laku ikan gelisah, berarti terjadi kekurangan oksigen atau air tercemar atau ikan yg dipelihara terserang penyakit. Pengontrolan lingkungan di maksudkan untuk mengamankan ikan dari serangan hama, baik berupa ular, biawak, sero, apalagi mungkin pencuri.

Lama pemeliharaan pembesaran ikan patin sangat tergantung dari ukuran benih yg ditebarkan. Semakin besar ikan patin yg ditebarkan, semakin singkat masa pemeliharaannya. Begitupun sebaliknya, pemanenan dilakukan secara selektif, adalah hanya memanen ikan patin yg berukuran besar saja. Hal ini dilakukan karena pertumbuhannya tidak seragam, atau panen secara total meliputi seluruh ikan patin yg ada didalam jaring. Cara permanenan adalah dengan mempersempit ruang gerak ikan patin adalah dengan mengangkat atau menggulung beberapa sudut jaring sehingga ikan patin akan terkumpul disalah satu sudut yg lain.

Ikan patin yg sudah terkumpul ditangkap menggunakan serok atau alat tangkap lainnya untuk setelahitu ditampung ditempat lain atau langsungdi bawa ke pasar. Satu hal yangperlu mendapat perhatian saat panen adalah ikan patin yg dipanen jangan sampai adayang luka – luka karena akan mampu menurunkan mutu ikan yg pada akhirnya mampu pula menurunkan harga jual ikan tersebut.

 

 

 

 

 

Pembesaran Ikan Patin di karamba

Ada tiga jenis karamba yg mampu digunakan untuk pembesaran ikan patin. Pertama, karamba dasar yg dipasang didasar perairan. Kedua, karamba di bawah permukaan air. Ketiga, karamba di permukaan air.
Lokasi pemasangan karamba untuk pembesaran patin mampu dikolam, didanau, mampu pula diwaduk. Sebagian peternak ikan patin di riau ada yg memasang karamba di sungai – sungai dengan kedalaman tertentu.

Persiapan Karamba

Sebelum digunakan untuk pembesaran ikan patin, karamba perlu dipersiapkan terlebih dahulu.

1. Pertama, tentukan terlebih dahulu tempat karamba tersebut akan dipasang. Pertimbangannya tergantung juga pada bentuk perairan dan kedalaman perairan.

Karamba dasar perairan umumnya digunakan perairan yg sempit dan tidak terlalu dalam, seperti sungai – sungai kecil atau saluran yg lebarnya tidak lebih dari 2 meter dengan dasar perairan yg agak keras. Dasar perairan yg yg keras ini sekaligus mampu juga digunakan sebagai alas karamba, sehingga tidak perlu lagi dibuat dasar karamba.

Karamba di bawah permukaan air pada umumnya digunakan diperairan yg agak dalam, seperti situ atau waduk kecil. Karamba jenis ini diletakkan 20 cm di bawah permukaan air. Untuk itu diperlukan pemberat dan jangkar untuk mempertahankan posisinya. Sementara itu, karamba di permukaan air digunakan didanau atau waduk yg berukuran besar dan dalam. Pada prinsipnya, karamba ini sepertiga bagian atasnya berada di atas permukaan air dan dua pertiga bagian lainnya terendam didalam air. Untuk mempertahankan posisi pada kondisi yg paling aman, juga diperlukan pemberat dan jangkar sehingga bagian yg muncul ke permukaan tetap dipertahankan sekitar sepertiga bagian saja.

2. Kedua, perhatikan kondisi karamba sebagai wadah pemeliharaan ikan. Pastikan bahwa konstruksi karamba cukup kuat dan mampu menahan beban arus dan tekanan air.

Periksa setiap sisi karamba dari kemungkinan bolong untuk mencegah ikan meloloskan diri. seumpama karamba terbuat dari bahan kayu atau bilah bambu, pastikan tidak ada paku yg terlepas. Demikian juga dengan karamba yg terbuat dari kawat, pastikan ikatan kawatnya utuh. Kemudian pastikan juga pintu berfungsi dengan baik sehingga mudah di buka, terutama saat pemberian pakan dan sampling ukuran ikan dilakukan. seumpama ada yg tidak beres, sebaiknya segera di perbaiki sebelum karamba dioperasikan karena perbaikan didalam air didalam air sulit dilakukan.

Penebaran benih ikan patin di karamba

Benih patin yg akan ditebar didalam karamba adalah benih yg sudah berukuran minimal 50 gr/ekor. Benih seukuran ini dianggap sudah mampu menahan arus dan tidak mampu dengan mudah lolos dari karamba. Kepadatan penebaran patin di karamba dibatasi dikarenakan ikan patin cepat bongsor. seumpama padat penebaran tinggi, dikhawatirkan terjadi kanibalisme terhadap ikan-ikan yg lebih lemah.

Disamping itu, padat tebar yg tinggi juga rentan terhadap penyakit efek luka yg dikarenakan senggolan antar ikan atau senggolan dengan dinding karamba.  Padat tebar benih dikaramba sekitar 5 kg/m2. Penebaran benih sebanyak itu akan menghasilkan ikan patin siap panen sekitar 30-40 kg/m2.

tetapi ada juga yg menyebutkan bahwa didalam karamba berukuran 2 x 1 x 1 m  mampu ditebarkan ikan patin sebanyak 25 ekor yg berukuran 160 g/ekor. seumpama berpatokan pada ukuran tersebut, setelahitu kita mampu mengira-ngira, saat ingin menebar lebih banyak tentunya ukuran karambanya diperbesar. Sebaliknya, seumpama ukuran benih yg ditebar ternyata lebih besar, jumlahnya harus dikurangi.

Ukuran benih yg ditebar juga terkait dengan lamanya masa pemeliharaan. Semakin besar ukuran benih yg ditebar, masa pemeliharaannya akan semakin singkat. Demikian pula sebaliknya, semakin kecil benih yg ditebar tentunya butuh waktu pemeliharaan yg lebih lama. Hal ini yg penting dalam penebaran benih ini adalah keasaman ukuran. Artinya, usahakan benih yg ditebar tersebut memiliki ukuran yg sama dan seumur.

seumpama ada yg lebih besar dan lebih tua umurnya, dikhawatirkan akan mendominasi benih lainnya, baik dalam persiangan hidup ataupun persaingan mendapatkan makanan. Selama pemeliharaan berlangsung, ketepatan pemberian pakan, baik dalam kualitas ataupun kuantitas, akan menentukan keberhasilan usaha. Memang secara alami patin dalam karamba akan mendapatkan pakan dari hanyutan aliran air sungai atau danau tempat karamba dipasang.

tetapi, makanan tersebut belum mencukupi, sehingga pakan tambahan sangat diperlukan dalam pemeliharaan patin secara intensif. Pakan tambahan yg digunakan berupa pelet dengan kadar protein 25 – 35% yg mampu didapatkan dipasaran dengan mudah. Dosis pemberian pakan berkisar antara 2 – 3%dari berat total ikan per hari. Untuk menentukan dosis yg tepat, setiap 2 minggu atau paling lama 1 bulan sekali di lakukan sampling berat ikan. Dengan demikian, pakan yg diberikan tidak akan sia-sia dan sesuai dengan kebutuhan ikan.

Pemberian pakan untuk ikan patin yg dipelihara dikaramba cukup mudah tetapi perlu ketekunan. Pemberiannya dilakukan dengan membuka tutup karamba lalu makanan berupa pelet tersebut diloloskan ke dalam karamba sedikit demi sedikit agar tidak banyak yg hanyut terbawa air. Ketekunan diperlukan karena pemberian pakan diusahakan 3 – 5 kali sehari, dimulai pada pagi hari dan diakhiri pada malam hari.

Karena ikan patin lebih aktif pada malam hari, pemberian pakan pada malam hari dosisnya lebih banyak daripada yg diberikan pada siang hari.

Pemanenan hasil di Karamba

Pembesaran ikan patin dikaramba umumnya lebih santai daripada pemeliharaan dikolam dikarenakan adakalanya petani baru memanen ikan peliharaannya setelah setahun dipelihara. tetapi demikian, pada umumnya pemanenan dilakukan dalam rentang waktu 6 – 12 bulan. Cara pemanenan untuk setiap jenis karamba berbeda – beda. Pada karamba yg dipasang didasar perairan, pemanenan dilakukan ditempat. Artinya karamba tersebut tidak diutak-atik karena karena tertanam didasar perairan. Cara panennya, ikan patin ditangkap dengan memasukkan serok melalui pintu bagian atas karamba. Ikan yg tertangkap diangkat dan disimpan diwadah penampungan. Pada karamba dibuka dibawah permukaan dan di permukaan air, pemanenan mampu dilakukan dengan lebih mudah karena karamba sampai di pinggir danau atau waduk.

Setelah karamba sampai di pinggir perairan, pintu karamba dibuka dan ikannya diambil dengan serok. Untuk ikan patin sebaiknya dihindari pemanenan langsung dengan tangan dikarenakan tangan mampu terluka terkena patil atau duri sirip ikan. Untuk menjaga ikan panenan tetap dalam kondisi baik, pemanenan dilakukan secara terencana. Sebelumnya siapkan wadah penampungan berupa jaring yg diletakkan di air jernih yg mengalir sehingga ikan tetap hidup dan tidak stres yg mampu mengakibatkan menurunnya mutu hasil panenan.

 

setelahitu, ikan-ikan ini dimasukkan ke wadah pengangkutan untuk di jual dipasar atau didistribusikan kepada konsumen.Dirasa itulah sedikit rangkuman teknik pembesaran ikan patin secara intensif di jaring apung serta di kolam terpal ataupun kolam beton.

Itulah Teknik Pembesaran Ikan Patin Secara Intensif Yang Menguntungkan, semoga bermanfaat.

Teknik Pembesaran Ikan Patin Secara Intensif Yang Menguntungkan
| Kamikaze