Skip to main content

Search This Blog

Cara Usaha Ternak Lele Rumahan. Untung Atau Rugi? Berikut Ulasannya

Cara Usaha Ternak Lele Rumahan. Untung Atau Rugi? Berikut Ulasannya Di Update November 2018

Usaha Ternak Lele Rumahan –  Sudah tahu rincian biaya ternak lele? Atau ingin tahu usaha ternak lele pemula? Persiapan-persiapan yg dilakukan sebelum membudidayakan lele. Budidaya lele yg di kemukakan berikut ini benih lele di beli dari tempat lain, tidak di usahakan sendiri.  Tetapi bagi peternak yg mampu mengusahakan sendiri benih lele juga tidak masalah sejauh usaha keduanya mampu berjalan sebagaimana yg diharapkan.

Usaha Ternak Lele Rumahan

Secara garis besarnya modal yg digunakan untuk membudidayakan lele konsumsi di bagi menjadi dua golongan berdasarkan pada kegunaannya, yaitu modal investasi dan modal-modal kerja. Berdasarkan sumbernya, maka modal di bagi menjadi 3 golongan yaitu modal sendiri, modal pinjaman, dan modal campuran.


Berikut ini hendak dikemukakan mengenai modal usaha ternak lele rumahan yg digunakan dalam budidaya lele konsumsi.

Usaha Ternak Lele Rumahan – Itungan

Modal investasi yaitu modal yg akan digunakan untuk membiayai pengadaan semua keperluan prasarana dan sarana usaha yg bersifat tetap.

Prasarana dan sarana tersebut digunakan selama tenggang waktu yg cukup lama. Misalnya dalam waktu satu tahun, dua tahun, tiga tahun, lima tahun, dan seterusnya.

Sarana yg digunakan dalam usaha budidaya lele konsumsi semakin lama akan semakin berkurang nilainya sesuai dengan lama pemakaian sarana itu.

Nilai akhir tersebut suatu saat akan tercapai sehingga sarana tidak memiliki nilai lagi alias tidak mampu difungsikan lagi sebagaimana semestinya.

Dalam usaha budidaya lele untuk konsumsi biaya tetap meliputi modal yg digunakan untuk pembuatan kolam beserta ongkos kerjanya, instalasi saluran permukaan air, pembuatan saluran pengeluaran air, pembuatan rumah jaga, pembuatan gudang pakan dan peralatan, pemasangan jaringan listrik, pembelian alat pencetak pelet, pembelian tabung oksigen, dan biaya pembuatan pagar kolam.

Berikut ini hendak dibahas satu demi satu alokasi penggunaan dana termasuk dalam modal tetap.

Usaha Ternak Lele Rumahan – Tempat Menjual Ikan Lele

Pembaca barangkali ada yg bertanya-tanya seperti apa cara atau teknik pemeliharaan lele yg betul seberapa besar atau banyak modal yg diperlukan untuk usaha budidaya lele konsumsi dalam catatan ini pembaca mampu menemukan tip atau kiat-kiat sukses cara memelihara lele konsumsi yg paling menguntungkan.

Juga uraian mengenai perencanaan modal dan kebutuhan dalam usaha budidaya lele konsumsi.

Sehingga diharapkan dengan membaca dan mengkritisi uraian yg ane tulis ini calon peternak lele mampu tindakan-tindakan yg harus dilakukan sewaktu membudidayakan lele konsumsi.

Pengetahuan mengenai lele dan budidaya yg optimal tidak hanya sebatas yg dikemukakan petani.

Hal itu dikarenakan pengetahuan mengenai budidaya lele dengan segala triknya dalam wakutu ke waktu terus berkembang sehingga peternak dituntut untuk mengikuti dan menguasai kejadian-kejadian seputar usaha budidaya lele, termasuk perkembangan bisnis lele.

Sementara pembahasan ini di rasa cukup representative digunakan sebagai panduan bagi peternak yg tertarik mencoba atau menggeluti budidaya konsumsi.

Sampai saat ini penelitian dan pengembangan teknik budidaya lele terus dilakukan oleh para ahli dan pegiat budidaya lele, termasuk upaya menghasilkan benih lele unggul.

Usaha Ternak Lele Rumahan – Rahasia Sukses Cara Terak Lele

Sebagian orang merasakan cara-cara atau teknik budidaya lele sebetulnya tidak rumit alias mampu dilakukan oleh siapa saja yg berminat.

Baik oleh peternak pemula ataupun yg sudah senior(professional). Pemeliharaan lele mampu dilakukan dalam kolam dilahan sempit ataupun dalam kolam lahan yg luas.

Kolam pemeliharaan lele dilahan sempit misalnya diarea taman atau usaha ternak lele rumahan halaman rumah.

Di lahan luas atau lahan terbuka lele mampu dipelihara dalam kolam yg di buat dilahan persawahan atau dikebun tidur.

Budidaya lele untuk kepentingan konsumsi tidak saja dilakukan di Indonesia.
Beberapa Negara lain seperti Thailand, india, dan piliphina juga membudidayakan lele.

Produksi lele di Thailand 970 kg /100 m2 / tahun, dan india (daerah asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan mencapai 1200 kg/ha.

Dengan dibudidayakannya lele di luar Indonesia, disatu sisi yaitu persaingan yg harus di tanggapi secara sehat.

Sementara di sisi yg lain, yaitu peluang ekspor bagi Indonesia karena ternyata lele juga di butuhkan di luar negeri.

Usaha Ternak Lele Rumahan – Berbagai Media untuk Membudidayakan Lele

Sebelum membuat kolam untuk budidaya lele untuk di konsumsi perlu di susun beberapa pertimbangan berkaitan dengan tempat atau lokasi kolam yg hendak di buat.

Beberapa pertimbangan itu dikaitkan dengan lokasi tempat kolam dibuat, macam atau tipe kolam yg akan di buat, keberadaan sumber air, lokasi pemasaran, akses jalan, keamanan, dan lain-lain.

Pertimbangan-pertimbangan atau tip untuk membuat kolam pemeliharaan lele tersebut nantinya akan berpengaruh pada besar kecilnya penggunaan modal usaha.

Kolam yg akan di buat untuk membesarkan lele konsumsi harus dikondisikan menyerupai habitat lele di alam bebas.

Untuk itulah pengetahuan mengenai perilaku dan habitat lele di alam bebas dirasa penting diketahui oleh setiap peternak lele.

Pada pembahasan sebelumnya telah di uraikan bahwa lele dikenal sebagai ikan air tawar yg memiliki kemudahan dalam pembudidayakan di bandingkan jenis ikan air tawar yg lain.

Berkaitan dengan lingkungan tempat hidupnya, lele relativ lebih mudah menyesuaikan diri di bandingkan dengan jenis ikan air tawar yg lain.

Memilih Jenis Kolam untuk Budidaya Lele

dikarenakan lele mampu hidup di air yg alirannya tenang ataupun air yg alirannya deras, air yg bening ataupun air yg keruh.

Lele juga mampu hidup dalam lingkungan air yg ber DO (dissolved oxygen) rendah sampai 3 ppm.

Sementara itu jenis ikan air tawar yg lain mampu hidup dalam air dengan kadar oksigen paling rendah sekitar 5-7 ppm. Kadar oksigen kurang dari kisaran tersebut ikan mampu hidup.

Kehidupan lele sebetulnya tidak selalu membutuhkan air berlimpah. Lele mampu hidup dengan baik dalam air tergenang atau air tidak mengalir. yg penting air tersebut tidak mengalami pencemaran.

Pada kenyataannya lele lebih menyukai air yg mengalir, meskipun hanya dengan debit 10 liter per menit. Fungsinya hanya sekedar melarutkan sisa-sisa bahan organic sehingga tidak menumpuk.

Penambahan air sangat penting terutama di musim kemarau karena volume air berkurang efek menguap, jikalau usaha ternak lele rumahan pastinya akan sangat mudah mengontrol.

Suhu air yg ideal berkisar 24 derajat c- 30 derajat c dan PH 6-7. Terjadinya kenaikan suhu air pada musim kemarau panjang mampu mengakibatkan lele menjadi stress.

Keuntungan Bisnis Lele

Lele yg mengalami stress nafsu makannya menurun. Budidaya lele dalam kolam mampu maksimal jikalau di dukung dengan ketersediaan  air yg cukup sepanjang tahun. Air mampu berasal dari sungai, irigasi, atau tanah.

Ditengarai lele mampu hidup di sembarang tempat. Daerah paling ideal untuk budidaya lele yaitu di dataran pada ketinggian tempat antara 10-400 m dpl dengan iklim dan curah hujan sedang.

Oleh oleh karena itu kolam budidaya lele banyak di bangun di daerah-daerah atau tempat-tempat dengan ketinggian sekitar itu, seperti terdapat di wilayah sepanjang pantai utara jawa, seperti subang, kerawang, indrmayu, dan demak.

Jenis tanah yg baik bertekstur keras atau berlempung pasir. Untuk itu tekstur dinding kolam pemeliharaan lele sebaiknya di buat dari konstruksi beton atau semen.

Hal itu untuk mengantisipasi kebiasaan lele yg kerap merusak dinding kolam dan menjaga air tidak merembes. Antisipasi ini sangat penting berkaitan dengan perputaran modal yg telah dialokasikan untuk membuat kolam pemeliharaan lele.

Lele mampu di pelihara daam areal (kolam). Baik ditempat terbuka dan luas ukurannya ataupun dilahan sempit atau tertutup, seperti di area taman di halaman rumah, di ruangan rumah, dan lain-lain.

Untung Rugi Ternak Lele

Untuk usaha ternak lele rumahan, ada beberapa factor yg mempengaruhi kehidupan lele, baik yg hidup di lahan sempit ataupun lahan terbuka (luas).

Beberapa factor itu terutama meliputi factor lingkungan ialah lokasi, air, suhu, dan derajat keasaman (muhartanto 2002).

Pemilihan lokasi untuk pembuatan kolam pemeliharaan lele amat penting artinya di tinjau dari investasi modal.

jikalau lokasi tempat kolam di bangun tersebut dihitung sebagai sewa lahan, maka lokasi yg letaknya strategis lebih mahal di bandingkan lokasi yg kurang strategis.

Tetapi sesungguhnya pemilihan lokasi disini mampu saja bagian dari pekarangan yg belum atau tidak optimal mampu di gunakan sebagai tempat membangun kolam.

Penggunaan sekarangan (lahan sempit) sebagai tempat pembesaran lele sangat menguntungkan , dikarenakan relative aman, mudah di kelola, dan mudah di awasi.

Selain menguntungkan, sebaiknya lokasi pembesaran lele pun di nilai dari sisi estetis dengan di upayakan tetap terciptanya kenyamanan areal pekarangan sebagai bagian rumah tinggal.

Diharapkan pemanfaatan sebagian pekarangan untuk kolam pemeliharaan lele mampu memberi nilai tambah pekarangan tersebut.

Dengan pernyataan lain, pemanfaatan sebagian pekarangan  untuk membuat kolam pemeliharaan lele mampu berfungsi sebagai sumber pendapatan  tambahan bagi keluarga yg bersangkutan.

Hal penting yg harus dipikirkan  dalam pemilihan lokasi untuk membuat kolam pemeliharaan lele yaitu mengenai penyediaan air untuk kolam pemeliharaan.

Penggunaan air untuk kolam lele sebaiknya tidak mengakibatkan perubahan system irigasi.

Lokasi kolam hendaknya tidak terletak di daerah rawan banjir. Kedekatan lokasi kolam dengan lokasi penyedia bahan pakan yg murah dan bermutu, baik pakan alami ataupun pakan tambahan akan mengefisienkan dalam penggunaan biaya operasional pemeliharaan lele.

Di tinjau dari peranan air bagi lele, maka berarti air di posisikan sebagai media hidup bagi lele.

Mengingat sebagai media hidup artinya sangat penting bagi kehidupan lele. Oleh oleh karena itu air harus memiliki sifat fisika dan sifat kimia yg cocok untuk kehidupan lele.

Usaha Ternak Lele Ruamahan – Pemeliharaan Kolam Lele yg Baik

Factor-faktor yg berhubungan dengan sifat fisika dan kimia air meliputi debit air, kejernihan, suhu, amoniak, dan derajat keasaman (Ph) air yg digunakan untuk memelihara lele dalam kolam.

Diantara factor-faktor tersebut debit air yaitu syarat utama untuk memelihara lele terutama di kolam. Mengapa demikian itu debit berkaitan erat dengan kelarutan oksigen dalam air.

Debit air yg besar akan membawa oksigen tersebut terlarut lebih banyak.
Selain kelarutan oksigen yg besar, maka debit air yg tinggi mampu menghanyutkan sisa-sisa makanan dan kotoran ikan ke luar kolam bersama racun sisa-sisa pembusukan. Untuk menilai efektivitas kedua fungsi ini, dipakai ukuran total sirkulasi.

Total sirkulasi yaitu waktu yg diperlukan untuk mengganti seluruh air kolam. Semakin kecil angka total sirkulasi, semakin tinggi efektivitas air.

Untuk mengetahui sirkulasi air dalam kolam pemeliharaan lele dumbo mampu di perhitungkan sebagai berikut.

Misalnya sebuah kolam pemeliharaan lele dumbo berisi air 50 m3 mendapat debit 200 liter per menit.

Total sirkulasinya 50 m3;200 liter per menit= 50.000/200 menit = 250 menit.
Hal ini menunjukkan bahwa seluruh air kolam akan terganti setiap 250 menit atau 4 jam 10 menit.

Debit air amat penting berkaitan dengan tingkat produktivitas lele. Terdapat hubungan yg erat antara debit air dan produksi lele.

Oleh oleh karena itu produktivitas lele mampu dikendalikan dengan pengaturan debit air yg masuk ke dalam kolam pemeliharaan.

Tip yg mampu dilakukan untuk mendapatkan kebutuhan debit air yg tinggi misalnya dengan mempercuram dasar saluran pemasukan dan pengeluaran air.

Jumlah air yg masuk akan berpengaruh terhadap banyaknya lele yg mampu ditebar karena hal itu berkaitan dengan ketersediaan oksigen terlarut dalam air.

Selain debit air berperan penting dalam mensuplai oksigen terlarut bagi lele dalam kolam, hal ini yg juga berperan penting dalam produktivitas lele yaitu asupan pakan.

Asupan pakan berkaitan sangat erat dengan nafsu makan lele dalam kolam. Sedangkan nafsu makan lele ditentukan oleh tingkat kejernihan air sebagai media hidup lele.

jikalau air sebagai media hidup lele mempunyai tingkat kejernihan yg tinggi, makan berpengaruh terhadap nafsu makan lele yg tinggi pula.

Begitu hal sebaliknya, jikalau kejernihan air rendah, maka akan berpengaruh terhadap tingkat nafsu makan lele yg juga rendah atau lele tidak berselera makan.

Penyebab air keruh antara lain adanya kandungan pertikel tanah yg membuat daya ikatnya terhadap oksigen.

Selain hal itu kekeruhan yg tinggi akan mengurangi batas pandang ikan dalam air sehingga menyebabkan nafsu makan ikan menjadi turun alias berkurang.

Dengan demikian mampu di pahami bahwa kejernihan air sebagai media hidup lele dalam kolam sangat penting diupayakan agar produksi lele meningkat.

Peternak lele tidak perlu merasa kerepotan untuk mengukur tingkat kejernihan air sebagai media pemeliharaan lele dumbo. dikarenakan tingkat kejernihan air mampu di ukur dengan melihat daya tembus sinar matahari ke dalam lapisan air.

Semakin dalam lapisan air yg mampu di tembus, maka akan semakin baik untuk budidaya lele secara intensif.

Sebagai patokan angka minimum yaitu 40 cm. dengan demikian mampu di tengerai jikalau cahaya masih mampu menembus kedalaman air setidaknya sedalam 40 cm, maka dijamin air kejernihan air cukup baik dan di nyatakan sehat untuk kehidupan lele dumbo.

jikalau pada kedalam 40 cm cahaya tidak mampu menembus masuk ke dalam air kolam, maka air kolam segera diganti atau tidak digunakan.

jikalau air keruh itu di paksakan tetap digunakan, maka akan terjadi pengurangan  efektifitas penggunaan pakan.

Nafsu makan lele selain dipengaruhi oleh kejernihan air juga dipengaruhi oleh suhu air.

Sejauh ini suhu air yg ideal untuk pemeliharaan lele yaitu berkisar antara 25-30 derajat c. jikalau suhu air pada kisaran di atas suhu tersebut, maka hal itu menyebabkan nafsu makan lele berkurang.

Suhu ideal air mampu di kondisikan dengan cara memberi kolam penutup berupa tenaman-tanaman air atau paralet, misalnya tanaman pakis air, semanggi air, dan teratai.

melainkan, perlu diingat bahwa lele tidak menyukai tanaman yg menutup rapat permukaan air. Lele sesekali akan naik ke permukaan untuk menghirup oksigen di udara terbuka.

jikalau tanaman air yg semula dimaksudkan untuk peneduh atau pengendali suhu air sampai menutupi semua permukaan air, maka lele menjadi terhalang untuk mengambil oksigen secara langsung pada udara terbuka.

Telah di kemukakan factor nilai ph air sebagai media pemeliharaan lele penting di perhatikaan.

jikalau nilai ph menyimpang dari ph yg sesuai untuk kehidupan lele, maka lele dalam kolam tidak akan mampu hidup atau kehidupan lele menjadi abnormal.

Sejauh ini nilai ph atau derajat keasaman air antara 6,5-8,5 baik untuk pemeliharaan lele.

Nilai ph air ideal untuk pemeliharaan lele berkisar antara 7,5-8,5. Keadaan nilai ph dari air tidak mampu di sepelekan. dikarenakan jikalau nilai ph air lebih kecil dari 5 atau nilai ph air lebih besar dari 11 akan membunuh lele.

Salah satu penyebab turunnya kadar keasaman air yaitu sisa makanan dan kotoran. Sisa makanan dan kotoran akan terurai antara lain menjadi nitrogen dalam bentuk amoniak.

Nitrogen dan amoniak yg larut dalam air tidak mampu dihilangkan dengan penyegaran udara atau aerasi.

Amoniak mampu dihilangkan dengan menguras kolam. Cara lain yaitu dengan meningkatkan pengeluaran air melalui system sirkulasi air.

Dengan begitu untuk senantiasa mengontrol nilai ph air dalam kolam  pemeliharaan lele, lancarnya sirkulasi air dalam kolam amat penting dikondisikan setia waktu.

Guna pengkondisian sirkulasi air dalam kolam berjalan baik, maka perlu di alokasikan dana (biaya secara khusus.

Biaya atau dana di masukkan dalam kelompok modal tetap (investasi) yg meliputi pembelian atau pengadaan peralatan dan upah tenaga kerja untuk pembuatan saluran pemasukan dan pembuangan air.

Misalnya untuk kepentingan sirkulasi air dalam kolam berukuran 200 m2, diperlukan dana (biaya) pembuatan saluran pemasukan dan pembuangan air disertai upah tenaga kerja setiap tahunnya sebesar 400.000

Pembesaran lele mampu dilakukan hamper di setiap tempat. Maksudnya kolam atau tempat pembesaran lele tidak saja dilangsungkan dalam kolam konvensional atau kolam yg di buat pada tanah di lahan terbuka (luas).

Tetapi kolam pembesaran lele mampu dilakukan di tempat tertentu dengan menggunakan peralatan, seperti drum, kubangan, areal taman, dan lain-lain.

Nah, selesai sudah beberapa tips kiat membangun usaha ternak lele rumahan untuk pemula yg menguntungkan dan banyak dicari oleh kaum pembisnis.

Cara Usaha Ternak Lele Rumahan. Untung Atau Rugi? Berikut Ulasannya
| Kamikaze